Barito Utara

Investor Malaysia berminat bangun pabrik pakan ternak di Barito Utara

Muara Teweh, 27/8 – Investor dari Malaysia berminat untuk membangun pabrik pakan ternak di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dengan memanfaatkan potensi tanaman jagung di daerah setempat.

Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Syahmiludin A Surapati di Muara Teweh, Jumat, mengatakan investasi ini dapat membuat para petani jagung tidak lagi menjual panennya ke wilayah lain dan dapat mengurangi biaya transportasi.

“Selama ini untuk penjualan hasil produksi jagung berupa pipilan kering dibawa ke wilayah Pelaihari, Kalimantan Selatan,” katanya.

Menurut dia, pembangunan pabrik pakan untuk makanan ternak ini nantinya juga akan membantu pemasaran hasil produksi pertanian jagung masyarakat, khususnya para petani jagung.

“Dulu sebelum pandemi COVID-19, mereka sempat datang ke daerah ini, namun karena terkendala pandemi ini, mereka tertunda kembali datang. Mereka ingin mendirikan perusahaan pakan comfeed,” kata dia.

Menurut rencana, apabila kondisi sudah kondusif, calon investor tersebut akan kembali datang untuk meninjau tempat untuk lokasi yang strategis untuk membangun pabrik.

“Mereka nanti menentukan lokasi, dan kami mendorong untuk lokasi ini di wilayah Trans Km 52, Kecamatan Teweh Tengah atau di wilayah Desa Kandui, Kecamatan Gunung Timang yang dekat dengan sentra pertanian jagung masyarakat,” katanya.

Syahmiludin juga mengharapkan adanya investor ini dapat memberikan efek positif terhadap usaha peternakan, khususnya untuk ayam petelor dan pedaging. Sebab berdasarkan data, biaya yang dikeluarkan untuk usaha peternakan tersebut bisa mencapai 70 persen hanya untuk pembelian pakan.

“Adanya pabrik pakan ternak ini nantinya akan membantu mengurangi beban biaya pembelian pakan ternak,” ujarnya.

Sentra tanaman jagung di daerah ini diantaranya Desa Mampuak, Liju dan Jamut di Kecamatan Teweh Timur, Desa Sei Rahayu I dan Sei Rahayu II, Rimba Sari, Beringin Raya dan Datai Nirui Kecamatan Teweh Tengah.

Luas tanaman jagung di Barito Utara saat ini mencapai 21.339 hektare dengan produksi sebanyak 153.511 ton.

 

(Sumber : ANTARA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top