Kalimantan Timur

Legislator Tagih Janji Program Kotim Terang

KABAR KALIMANTAN 1, Sampit Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rudianur meminta pemerintah kabupaten untuk merealisasikan program Kotim Terang yang pernah dijanjikan karena sangat dibutuhkan masyarakat.

“Seperti di Pelangsian cukup gelap di sepanjang jalan. Kasihan warga yang pulang kerja atau mahasiswa yang pulang kuliah malam. Saya takutnya di sana ada begal atau terjadi hal yang tidak diinginkan karena gelap,” kata Rudianur di Sampit, Rabu (18/5/2022).

Program Kotim Terang adalah salah satu program disampaikan pasangan Bupati Halikinnor dan Wakil Bupati Irawati saat maju dalam pemilu kepala daerah. Masyarakat sangat berharap program itu direalisasikan.

Tidak hanya di wilayah perdesaan, kawasan pusat kota Sampit pun membutuhkan tambahan penerangan. Saat ini masih ada kawasan-kawasan yang gelap karena kurangnya penerangan.

Menurut Rudianur, kurangnya penerangan berisiko memicu kecelakaan lalu lintas, tindak kriminal dan kejadian tidak diinginkan lainnya.

Penerangan juga dibutuhkan agar suasana kota terlihat cantik dan menyenangkan. Ini sejalan dengan tekad pemerintah daerah menjadikan daerah ini sebagai tujuan wisata.

Sementara itu bagi masyarakat di pelosok, pasokan listrik tidak hanya dibutuhkan untuk penerangan, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Perluasan jaringan listrik ini harus menjadi perhatian karena masih terdapat banyak desa yang belum terjangkau jaringan listrik PT PLN.

“Belum lama ini bupati ada berkunjung ke Kementerian ESDM. Mudah-mudahan ada hasil yang bagus sebagai solusi masalah kelistrikan ini sehingga Kotim Terang atau Sampit Terang benar-benar terwujud,” harap Rudianur.

Harapan serupa disampaikan Ketua Fraksi PKB Muhammad Abadi. Dia meminta perluasan jaringan listrik menjadi prioritas karena sangat dibutuhkan masyarakat.

“Penerangan juga sangat penting. Kawasan yang gelap itu rawan terjadi hal yang tidak kita inginkan. Kami berharap ini menjadi perhatian kita bersama,” demikian Abadi. (ANT/RED)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top