KESRA

TPHP Kalteng: Ternak Terpapar PMK Kobar Sudah Ditangani

KABAR KALIMANTAN 1, Palangka Raya Sejumlah tindakan dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menanggulangi dan mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), termasuk pada sejumlah hewan ternak yang terpapar di Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Di Kalteng ada sejumlah hewan ternak sapi yang terpapar PMK yakni di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan saat ini telah dilakukan penanganan,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Kalteng Riza Rahmadi di Palangka Raya, Rabu (18/5/2022).

Sapi yang terkena PMK di Kotawaringin Barat ini tepatnya di Kecamatan Arut Selatan 38 ekor dan Pangkalan Lada 2 ekor. Terpaparnya sejumlah hewan ternak ini diduga lantaran adanya arus lalu lintas pengiriman ternak dari luar daerah yakni melalui pelabuhan di Kumai.

Terkait temuan ini sudah dilakukan lockdown kandang, serta sterilisasi. Untuk 40 ekor hewan ini terdapat di tiga peternak dan semuanya sudah dilakukan tindakan penanganan.

“Kami sudah menurunkan tim kesehatan hewan ke lapangan dan untuk seluruh kabupaten dan kota lainnya, juga telah dilaksanakan surveilans klinis oleh masing-masing pemkab,” jelasnya.

Riza memaparkan, surveilans mengantisipasi penyebaran PMK ini telah dilakukan di setiap kabupaten dan kota dengan ketentuan radius beberapa kilometer. Sementara ini tidak ada hewan ternak yang terkena kasus PMK kecuali Kotawaringin Barat.

“Jadi kami melaksanakan surveilans klinis dengan radius 10 kilometer, kami telah melakukan langkah-langkah antisipasi ini,” terangnya.

Dia menyatakan, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran juga telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan terhadap PMK maupun lalu lintas ternak, agar masing-masing daerah bisa lebih waspada.

Lebih lanjut Kepala Dinas TPHP Kalteng ini mengatakan, sebagian pasokan kebutuhan daging ternak untuk konsumsi wilayah Kalteng dipasok dari Jawa Timur.

“Ini sudah di lockdown, jadi Jawa Timur tidak mengeluarkan hewan ternak sementara hingga saat ini,” ucapnya.

Untuk kebutuhan daging selain memanfaatkan pasokan mandiri dari para peternak di Kalteng, juga mendatangkan dari sejumlah daerah lain di Indonesia, di antaranya Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, hingga Bali.

Selain itu menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat juga terbantu dengan adanya ketersediaan daging beku seperti yang ada pada Bulog. (ANT/RED)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top