HUKUM

Sadis! Bocah Autis Tewas Dianiaya Kedua Orangtua Kandung

KABAR KALIMANTAN1, Musi Banyuasin – Sungguh sadis kelakuan sepasang suami-istri, Aan Aprizal (33) dan Samsidar (29), di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Mereka menganiaya Andika Pratama (11) anak kandung yang mengidap autis, hingga tewas.

Polisi pun langsung menangkap keduanya. Penganiayaan itu diduga terjadi di kediaman mereka pada Rabu (24/11/2022) malam.

“Benar, suami-istri yang menganiaya anak kandungnya hingga tewas sudah kita tangkap,” kata Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Paluppesy.

“Korban ini merupakan anak sulung kedua tersangka dari 4 bersaudara. Dua adiknya juga mengidap autis sejak lahir,” komentar Kapolsek Babat Toman Muba, AKP Adi Akhyat, Senin (29/11/2021).

Untuk diketahui, Andika memiliki 3 adik. Namun adik pertamanya yang juga mengidap autis, sudah meninggal dunia di usia 6 bulan.

Peristiwa yang merenggut nyawa Andika berawal ketika korban buang air besar (BAB) sembarangan. Samsidar marah.

Pelaku pun kemudian menganiaya Andika. Sang ayah, Aan, menganiaya dengan cara memukuli korban dengan selang plastik sepanjang 135 cm sebanyak 2 kali di bagian punggung.

“Saat emosinya memuncak, sang ibu beberapa kali menendang alat vitalnya dan memukul korban dengan gayung,” kata Kasi Humas Polres Muba, Iptu Nazaruddin.

Polisi memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini, termasuk orangtua para tersangka. Korban yang meninggal pada usia hampir 12 tahun itu disebut baru satu kali diajak berobat.

Korban sudah berulang kali dianiaya orangtuanya. Namun penganiayaan paling fatal diduga terjadi sepekan sebelum korban tewas.

Menurut dokter, sejumlah luka pada tubuh korban memperkuat dugaan itu. Dokter menyebutkan, penganiayaan sudah terjadi berulang kali selama kurang-lebih sepekan sebelum korban tewas.

Korban sempat menginap di kediaman kakek-neneknya sebelum penganiayaan terjadi. Saat korban pulang ke rumah orangtua, kondisinya baik-baik saja.

“Korban memang biasa menginap di rumah orangtua para tersangka. Jadi seminggu di sana (kediaman orangtua ayah korban), seminggu di sini (kediaman orangtua ibu korban). Seminggu sebelum korban meninggal, dia diantarkan orangtua ibunya kembali ke rumah. Diduga sejak saat itulah korban mulai dianiaya,” kata dia.

Usut punya usut, polisi menyebut Aan merupakan pecandu sabu. “Tersangka ayah korban itu merupakan pemakai berat sabu,” kata AKBP Alamsyah Paluppesy.

Aan disebut hampir setiap hari memakai sabu. Berdasarkan keterangan sang istri, Aan telah memakai sabu selama 4 tahun terakhir.

“Dia memakai sabu hampir setiap hari, selama 4 tahun terakhir. Keterangan itu kita dapat dari iistrnya. Selain bekerja di bengkel, dia juga bekerja bermain organ. Pernah juga menjadi pekerja di sumur minyak ilegal,” ujar AKP Adi Akhyat secara terpisah.

Andika mengalami luka pada bagian kepala dan alat kelaminnya. Korban dipukul dengan selang hingga tersungkur di kamar mandi.

“Jadi, penyebab kematiannya ada tiga titik, di bagian kepala dua, di kemaluan satu. Untuk yang di kemaluan ibu korban yang nendang. Tapi yang di bagian kepala ada dua versi. Yang pertama karena di pukul ayah korban pakai selang, yang kedua saat dipukul, korban terjatuh dan kepalanya terbentur ke dinding kamar mandi,” ujar Adi.

Adik Dirawat Bibi

Dua adik korban yang berusia 6 dan 2 tahun kini dirawat oleh bibi korban, yang merupakan adik kandung dari tersangka Aan.

Adik korban yang nomor dua saat ini berusia 6 tahun, dia juga mengidap autis. Sedangkan adik bungsu korban, perempuan usianya masih 2 tahun.

Para tersangka ditahan dan dijerat Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top