BISNIS

Kementerian PUPR Siap Salurkan Program BSPS Untuk 595 Rumah di Kalsel

KABARKALIMANTAN1, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan siap meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni milik masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) sebanyak 595 unit melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun anggaran 2023 dengan total anggaran senilai Rp11,9 miliar.

“Kami ingin Program BSPS ini terlaksana dengan baik di seluruh wilayah Indonesia. Program BSPS merupakan wujud nyata perhatian pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumahnya agar lebih layak huni,” ujar Direktur Jenderal perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/2/2023).

Menurut Iwan, Program BSPS atau yang dikenal masyarakat sebagai bedah rumah membutuhkan dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak baik pemerintah daerah, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan serta masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga ingin mendorong keswadayaan serta kesadaran masyarakat untuk mewujudkan hunian layak sekaligus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Indonesia.

Sementara itu, Kaepala Seksi Wilayah I dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Kalimantan II Mohammad Radjiman Ododay mengatakan bahwa pihaknya telah menunjuk Bank Syariah Indonesia Cabang Kota Martapura sebagai penyalur dana Program BSPS kepada masyarakat. Adapun jumlah RTLH yang akan dibedah melalui Program BSPS di Kalimantan Selatan sebanyak 595 unit.

Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kalimantan II juga telah melaksanakan seremoni penandatangan Perjanjian Kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia, Tbk Cabang Martapura, Kota Martapura pada hari Rabu tanggal 8 Februari 2023 lalu.

“Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan dana alokasi Rp 11,9 miliar untuk perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 595 unit di dua lokasi yakni, Kota Banjarmasin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Nilai bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat untuk setiap rumah yang dibedah adalah Rp 20 juta untuk pembelian bahan material bangunan dan upah tukang,” kata Mohammad Radjiman Ododay.

Kerja sama tersebut sangat penting untuk menyukseskan program Nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di bidang perumahan. Dengan adanya Program BSPS dapat meningkatkan rasa aman, kenyamanan dan kesehatan bagi penghuni rumah. (ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top