Kalimantan Tengah

Kalteng Optimalkan Revitalisasi Posyandu Untuk Tingkatkan Keaktifan

KABARKALIMANTAN1, Palangka Raya – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Tengah mendorong optimalisasi revitalisasi pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk meningkatkan keaktifan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua TP PKK Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran di Palangka Raya, Rabu (8/2/2023), mengatakan jumlah posyandu se-Kalteng sebanyak 2.723 unit, terdiri dari posyandu aktif 1.964 unit atau 72,12 persen dan posyandu belum aktif 759 unit.

“Maka perlu dilakukan revitalisasi posyandu untuk meningkatkan fungsi dan kinerja, sehingga bisa memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan, serta status gizi maupun derajat kesehatan ibu dan anak dapat ditingkatkan,” katanya.

Selama ini TP PKK Kalteng melakukan berbagai upaya untuk mendukung revitalisasi posyandu, termasuk dalam menurunkan maupun mencegah stunting atau gangguan pertumbuhan utamanya pada 2020-2022.

Ivo menjabarkan, di antaranya yang telah dilakukan adalah mensosialisasikan pola asuh anak dan remaja, pencegahan perkawinan usia anak, kekerasan seksual dan pola asuh anak terkait stunting.

“Selain itu juga melaksanakan pelatihan berbagai keterampilan, sosialisasi pemanfaatan pekarangan, hingga pemberian stimulan benih dan bibit,” kata dia ;agi..

Kemudian TP PKK juga melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, demo Dapur Sehat Atasi Stunting, serta pemberian stimulan peralatan operasional posyandu seperti timbangan bayi, alat ukur tinggi badan, masker, hand sanitizer, susu, dan biskuit.

Menurutnya keberadaan posyandu sangatlah penting dan strategis, karena sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat.

Hal ini dilaksanakan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan untuk memberdayakan dan memberi kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

“Posyandu sangat penting agar bisa menghasilkan ibu yang sehat, anak yang cerdas, dan keluarga sejahtera. Posyandu memiliki banyak manfaat untuk masyarakat, seperti mendukung perbaikan perilaku, keadaan gizi dan kesehatan keluarga, maupun perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Selain itu, juga mendukung upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, mendukung pelayanan Keluarga Berencana (KB), pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam penganekaragaman pangan melalui pemanfaatan pekarangan untuk memotivasi Kelompok Dasa Wisma berperan aktif. (ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top