Indonesia

Hentikan Liga 2 via Tanda Tangan Palsu, Tabrak Amanat Kongres

KABARKALIMANTAN1, Jakarta – Desas-desus pemalsuan tanda tangan klub yang setuju Liga 2 dihentikan sepertinya bukan isapan jempol belaka. Sudah dua klub yang menyatakan membantah setuju kompetisi dihentikan.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) secara resmi tak akan digelar musim ini. Pertimbanganya banyak, seperti sebagian besar klub memilih tak lanjut, hingga rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.

Imbasnya, ke Liga 1 yang dipastikan takkan ada degradasi. Belakangan peniadaan Liga 2 diusut. Ada isu, beberapa klub yang setuju Liga 2 ditiadakan, mengaku tanda tangannya dipalsukan.

Karo United salah satunya. Dalam daftar persetujuan Liga 2 lanjut atau tidak, mereka terdaftar salah satu yang tanda tangan tak melanjutkan. Namun, pihak Karo United membantah.

“Karo United tak pernah setuju Liga 2 dihentikan. Sikap klub disampaikan perwakilan kami dalam owner meeting 14 Desember. Kami dengan tegas mengusulkan kepada PSSI dan PT LIB, pakai sistem bubble. Bila sistem bubble tak dijalankan, kami usul liga ditunda sampai seluruh klub siap,” kata pernyataan resmi klub.

Karo United akan menelusuri tanda tangan klub tanda setuju Liga 2 ditiadakan. “Hingga kini, posisi Karo United dengan tegas meminta Liga 2 diputar,” tulis mereka.

Kubu Persela Lamongan senada. Dalam daftar yang sama, Persela juga ikut menandatangani persetujuan kompetisi kasta kedua itu dihentikan. Manajer Persela, Fariz Julinar pun mengklarifikasi di akun Instagram resmi klub.

“Persela sangat komit terhadap kelanjutan Liga 2. Keputusan menyangkut kelanjutan liga jangan sampai mengorbankan orang-orang yang ingin memajukan sepak bola Indonesia. PSSI dan LIB harus mengakomodasi klub-klub yang masih serius dan siap melanjutkan liga,” tulis dia.

Kubu Bekasi FC lewat Hamka Hamzah sejak awal merasa ada yang janggal ketika timnya bersuara ingin melanjutkan kompetisi. “Mudah-mudahan bakal terbongkar semua kebusukan dalang yang mau agar Liga 2 dan 3 dihentikan,” tulis Hamka Hamzah dalam Instagram pribadinya.

Hamka mengaku, Bekasi FC juga diundang ikut meeting para owner yang diakomodasi PSSI. Dari awal saya mengarahkan FC Bekasi mau liga lanjut. Begitu sadar susah diajak, akhirnya perwakilan FC Bekasi tak dimasukkan ke grup mereka.

“Kok jadi malah kalian oknum yang mengatur PSSI supaya liga gak dijalankan? Kalau kalian tidak mampu urus tim, mundur saja. Berikan pada yang benar-benar mau memajukan sepak bola. Terakhir, pemain-pemain yang belum gajian sudah banyak lapor, khususnya dari Liga 2. Sampai sini, kita paham maksud dan tujuannya.”

PT LIB Tak Punya Uang

Soal peniadaan Liga 2 lebih ke arah finansial PT LIB, itu diakui. “Memperhatikan kondisi cash flow/keuangan LIB saat ini, kami tidak dapat melanjutkan kompetisi Liga 2 2022-23 dengan sistem bubble. Ada peningkatan biaya yang besar,” tulis Fery Paulus, Direktur Utama PT LIB lewat surat tertanggal 20 Desember 2022.

Maka, PT LIB menyiapkan 2 opsi terkait desakan klub-klub Liga 2, yaitu tetap berjalan dengan sistem bubble atau kompetisi dihentikan. Ferry juga melampirkan surat pernyataan bersama 19 klub peserta. PT LIB meminta petunjuk PSSI.

Mendapat surat dari PT LIB, PSSI menggelar rapat Exco di GBK Arena, Jakarta. Diputuskan, Liga 2 dipastikan tak jadi digelar. Bahkan tak hanya itu, kabarnya juara Liga 1 akan diadu melalui play-off dengan Bali United untuk menentukan slot di Asia.

“Keterlaluan. Sudah tak ada degradasi, juara masih harus playoff. Kompetisi itu amanat kongres, menghentikan kompetisi wajib persetujuan kongres,” tulis Achsanul Qosasi dalam Instagram pribadinya.

Menurut AQ, meniadakan degradasi seharusnya minta persetujuan peserta. Wajar jika ia menganggap sepak bola dibuat sakit. Tapi ia jauh-jauh hari sudah memprediksi hal ini.

“RUPS-nya mewah di hotel bintang 5. Ternyata menyedihkan. Pemegang saham pun tak dikabari bahwa “gelaran warung” akan dihentikan. Menang tak ada gengsi, kalah tak ada sanksi. I lost my respect to you, all executives!” tutup dia.

Ya, tak ada respek untuk semua Exco PSSI!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top