Sepakbola

Butuh Banyak Gol, Mission Impossible dengan 2 Striker

KABAR KALIMANTAN 1, Singapura – Defisit 4 gol akibat kalah di leg 1 final Piala AFF, Indonesia menatap leg 2 sebagai mission impossible dengan rasa percaya diri tinggi.

Meski begitu, sesuai ciri khasnya, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong tak mau terlalu mengumbar psy war seperti pelatih Thailand, Alexandre “Mano” Polking.

Malam ini Indonesia vs Thailand bertarung lagi pada leg 2 final Piala AFF 2021 di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (1/1/2022).

Jika Polking tetap ingin main menyerang secara terbuka agar menang sempurna, STY tetap tenang. “Kemenangan jadi fokus kami, tapi tak perlu pemain terbeban dengan target jumlah gol,” komentar STY.

Ia diyakini bakal lebih berani dalam menurunkan formasi dan susunan pemain sejak awal laga.

Shin sendiri punya kebiasan menarik di Piala AFF 2020, yakni selalu memakai formasi dan pilihan pemain yang berbeda di setiap laga yang dijalani Indonesia.

Hal itu tergantung materi tim mana yang dihadapi Indonesia. Formasi 5-4-1, 4-3-3, 4-2-3-1, 4-1-4-1 dan 4-4-2, pernah dipakai STY pada Piala AFF 2020.

Dua Striker

Pada laga final leg pertama lalu, ia memakai formasi mengejutkan 4-2-3-1
dengan Dedik Setiawan di posisi penyerang tengah. Sementara dua pemain sayap diisi WItan Sulaeman dan Irfan Jaya.

Formasi itu tidak berjalan sesuai harapan. Indonesia tampak lemah di belakang dan tidak efektif di lini depan. Peluang yang diciptakan sangat minim.

Di leg kedua nanti, Indonesia bisa kembali mencoba formasi 4-4-2 seperti saat melawan Malaysia. Ezra Walian dan Witan Sulaeman tampil sebagai striker.

Geser Vietnam

Di kubu tamu, ternyata Polking menegaskan Thailand tidak akan bermain bertahan di final leg kedua Piala AFF meski sudah unggul 4-0.

“Dalam final leg 1, kami menampilkan permainan terbaik di turnamen. Kami tidak perlu bertahan karena ada target besar lainnya,” ujar Polking dikutip dari Siamsport.

Di luar ambisi juara dengan sempurna, ia ingin Teerasil Dangda dan kawan-kawan menyudahi fakta selalu berada di bawah Vietnam.

“Kami ingin mengakhiri turnamen dengan cara kami. Dengan membuka permainan secara ofensif dan menguasai bola,” kata Polking.

Thailand mendominasi sepak bola ASEAN pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Pada 2011, sepak bola Asia Tenggara dipimpin Vietnam. Setelah itu Thailand dan Vietnam tetap bersaing di posisi nomor satu Asia Tenggara hingga 2016.

Nah, sejak 2017 Vietnam tefus mendominasi ASEAN hingga kini berdasarkan ranking FIFA. Catatan itu yang ingin dilewati Thailand, dimulai saat ini.

Prediksi Formasi

Thailand (4-3-1-2): Siwarak Tedsungnoen; Narubadin Weerawatnodom, Manuel Bihr, Kritsada Kaman, Theerathon Bunmathan; Phitiwat Sukjitthammakul, Sarach Yooyen, Thitipan Puangchan; Chanathip Songkrasin; Supachok Sarachat, Teerasil Dangda | Pelatih: Alexandre Polking

Indonesia (4-2-3-1): Nadeo Argawinata; Asnawi Mangkualam, Fachrudin Aryanto, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan; Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya; Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Evan Dimas; Ezra Walian. | Pelatih: Shin Tae-yong

Jadwal Leg II

Thailand Vs Timnas Indonesia

Sabtu, 1 Januari 2022
National Stadium, Kallang
Kick-off: 19.30 WIB
Siaran langsung: RCTI dan iNews
Live streaming: Vidio

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top