KABARKALIMANTAN1, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya menyoroti minimnya tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu Kelurahan Petuk Bukit, Kecamatan Rakumpit, yang berdampak pada terganggunya layanan kesehatan masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya dari Daerah Pemilihan I, Jati Asmoro, mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu keluhan utama warga saat reses.
“Warga mengeluhkan kekurangan tenaga medis, khususnya perawat dan bidan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, kekosongan tenaga kesehatan terjadi setelah adanya mutasi terhadap petugas yang sebelumnya bertugas di fasilitas tersebut.
“Akibatnya saat ini tidak ada tenaga medis yang berjaga di sana,” katanya.
Kondisi ini membuat warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan. Untuk berobat, masyarakat harus menuju kawasan Tangkiling atau pusat Kota Palangka Raya dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
Menurut Jati, situasi tersebut memberatkan masyarakat, terutama untuk penanganan penyakit ringan yang seharusnya dapat ditangani di fasilitas kesehatan terdekat.
“Untuk keluhan ringan seperti demam atau flu, warga tetap harus pergi jauh,” ucapnya.
Ia menilai, ketersediaan tenaga kesehatan di tingkat kelurahan merupakan bagian penting dalam menjamin akses layanan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kekosongan tersebut.
“Kami harap pemerintah kota bisa segera memenuhi kebutuhan tenaga medis, bisa melalui sistem perbantuan atau penjadwalan dari fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. (ADM)


