Wamenko Pangan Dorong Percepatan Penetapan KSPN Kalsel pada Juli 2026

KABARKALIMANTAN1, Banjarbaru – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong percepatan penetapan Kawasan Strategis Pangan Nasional (KSPN) di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Juli 2026 guna mempercepat penguatan ketahanan pangan regional di Pulau Kalimantan.

“Pembahasan KSPN Kalsel masih berlangsung dan telah beberapa kali dibahas bersama pemerintah pusat untuk mempercepat penetapan kawasan tersebut,” kata dia saat menghadiri Dialog Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel di Banjarbaru, Senin (15/6/2026).

Sejak menjabat sebagai Wamenko Pangan, ia meminta percepatan pembahasan KSPN agar Kalsel dapat segera memanfaatkan peran strategis kawasan tersebut dalam mendukung pengembangan sektor pangan secara terintegrasi.

“Kami berharap pada Juli 2026 area of interest atau lokasi kerja KSPN di Kalsel sudah ditetapkan pemerintah pusat. Setelah itu rencana induk diharapkan selesai tahun ini dan mulai dilakukan penguatan berbagai kegiatan pada tahun depan,” kata Hanif.

Menurut dia, percepatan penetapan KSPN diperlukan untuk mengoptimalkan potensi pangan Kalimantan Selatan melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang terintegrasi guna memperkuat ketahanan pangan regional.

Ia menjelaskan pemerintah juga terus mengembangkan pemberdayaan pangan lokal melalui berbagai program strategis, antara lain integrasi perkebunan sawit dengan peternakan sapi, penguatan sektor perikanan, serta sejumlah program lain yang mendukung peningkatan produksi dan ketersediaan pangan.

Hanif berharap Kalsel dapat memanfaatkan peran strategis KSPN untuk menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kalimantan sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif menekankan pentingnya dukungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menyosialisasikan pentingnya ketahanan pangan kepada masyarakat karena lembaga tersebut memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dan pengaruh luas di tengah masyarakat.

Menurut dia, ketahanan pangan bukan sekadar persoalan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga berkaitan erat dengan ketahanan nasional sehingga memerlukan dukungan seluruh elemen, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.

“Masalah ini bukan persoalan sederhana. Ini merupakan persoalan serius yang berkaitan dengan ketahanan nasional melalui ketahanan pangan,” ujarnya Wamenko Pangan Hanif.

 

 

 

 

Sumber : ANTARA

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *