Eksklusif

Video Viral Mahasiswa Joget di Ambulans, Rektor IAIN: Bisa Dikeluarkan!

KABARKALIMANTAN1, Palangka Raya – Video tak terpuji para mahasiswa yang berjoget di atas mobil ambulans, viral di media sosial. Sang rektor pun tampak terpukul atas kejadian tersebut.

Ironisnya, para oknum mahasiswa itu berasal dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya. Redaksi sempat mewawancarai sang rektor.

Berikut petikan wawancara wartawan Kabar Kalimantan1, Tiva Rianthy, dengan Rektor IAIN Palangka Raya, Khairil Anwar, Rabu (25/8/2021), melalui ponsel.

Redaksi : Apa yang pertama kali terlintas seusai melihat video mahasiswa IAIN tersebut?

Rektor: Saya sungguh merasa sedih dan menyayangkan perbuatan mahasiswa kami, serta memohon maaf kepada masyarakat Kalteng.

Redaksi : Bukankah para mahasiswa dari kampus dengan karakter agamis ini bisa menjadi contoh?

Rektor : Seharusnya demikian, mereka bisa menjaga marwah almamater, apalagi saya selalu mengingatkan agar mahasiswa mengutamakan ahlak dalam setiap kehidupan. Memang alangkah bagusnya seimbang antara ahlak dan ilmu.

Redaksi : Pelanggaran yang dilakukan para oknum mahasiswa itu cenderung ke etika atau akhlak?

Rektor : Ya semuanya. Tidak layak mereka berbuat begitu karena itu di luar etika yang diajarkan di IAIN Palangka Raya. Baik dari etika sosial, masyarakat, bahkan dari ahlak yang diajarkan di kampus.

Redaksi : Bukankah selama ini dalam interaksi dengan warga, mahasiswa IAIN termasuk dinilai relatif baik?

Rektor : Benar. Bahkan selama melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), kiprah mahasiswa IAIN selalu dirindukan warga desa, untuk bisa mendapatkan ilmu yang mumpuni.

Redaksi : Kini IAIN terimbas sikap tak terpuji oknum mahasiswa. Adakah tindakan yang akan diambil?

Rektor : Ya, ibarat pepatah karena nila setitik rusak susu sebelanga, padahal banyak prestasi yang telah dilakukan. Pihak kampus tentu akan mengambil sikap atas tindakan mereka. Mereka akan diinvestigasi untuk diminta keterangan dan akan diproses sesuai kode etik mahasiswa. Besok saya akan menggelar rapat.

Redaksi : Apakah kemungkinan sanksi berat atau hanya teguran?

Rektor : Untuk menentukan berat atau ringan, setelah kami tahu hasil investigasi. Jenis sanksi sesuai kesalahan, mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat. Sanksi paling berat, bisa dikeluarkan. Sanksi sedang, bisa dalam bentuk skorsing, atau pengurangan nilai mata kuliah, termasuk nilai KKN.

Redaksi : Apa harapan bapak ke depan nanti?

Rektor : Tentu saya berharap peristiwa serupa tak ditiru oleh mahasiswa lain. Hendaknya mahasiswa dapat bersikap dan bertindak lebih cerdas, termasuk dalam menggunakan media sosial.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top