Polsek Banjarmasin Selatan Selidiki Kebakaran Tewaskan Lansia

KABARKALIMANTAN1, Banjarmasin – Polsek Banjarmasin Selatan, menyelidiki kebakaran satu unit rumah di Jalan Banjar Indah Permai III, Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang menewaskan seorang perempuan lanjut usia (lansia) pada Senin (17/8/2026) malam.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.00 Wita tersebut menghanguskan rumah yang dihuni dua bersaudara, yakni Suriati (70) meninggal dunia dan Herliani (67) luka bakar, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp400 juta.

Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan AKP Joko Sulistiyo Sriyono di Banjarmasin, Selasa, mengatakan kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara api berasal dari obat nyamuk bakar yang dinyalakan korban,” kata Joko.

Dia menjelaskan dugaan tersebut berdasarkan keterangan saksi yang merupakan keponakan korban. Suriati diketahui kerap menyalakan obat nyamuk bakar setiap malam di rumah tersebut.

Selain itu, korban disebut mengalami demensia sehingga kondisi tersebut turut menjadi perhatian penyidik dalam mengungkap rangkaian kejadian kebakaran.

“Korban memang diketahui sering menggunakan obat nyamuk bakar setiap malam. Kami masih menggali keterangan saksi dan mengumpulkan informasi untuk memastikan sumber api,” ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut, Suriati meninggal dunia, sedangkan Herliani mengalami luka bakar pada bagian pergelangan tangan kiri.

Petugas bersama warga dan relawan melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan. Polisi kemudian melakukan pendataan kerusakan dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati ketika menggunakan obat nyamuk bakar maupun sumber api lainnya di dalam rumah,” kata Kanit Reskrim.

Saat ini, ucapnya, Polsek Banjarmasin Selatan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran, sementara total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp400 juta.

 

 

Sumber : ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *