HUKUM

Polres Palangka Raya Dirikan Posko Pengamanan Mudik Lebaran

KABAR KALIMANTAN 1, Palangka Raya – Kepala Satuan Lalulintas Polresta Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kompol Feriza Lubis menyatakan pihaknya mendirikan posko pengamanan di sejumlah titik di wilayah setempat, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan saat arus mudik maupun balik Lebaran tahun ini.

“Posko keamanan Lebaran nantinya akan dijaga oleh sejumlah instansi terkait, dengan tujuan agar para pemudik selalu diingatkan agar berhati-hati saat mengendarai kendaraannya,” kata Feriza di Palangka Raya, Rabu (20/4/2022).

Posko lebaran tersebut rencananya akan disebar menjadi empat titik, pertama di Jalan Tjilik Riwut Km 38, kedua Jalan Yos Sudarso atau pos polisi, ketiga Jalan Mahir Mahar arah Kelurahan Kalampangan dan keempat Jalan Trans Kalimantan Kelurahan Pahandut Seberang yang menghubungkan Kabupaten Gunung Mas.

Dia mengatakan, dari empat posko pengamanan lebaran itu, tiga berada di jalur Trans Kalimantan seperti Jalan Tjilik Riwut, Mahir Mahar dan Trans Kalimantan di Kelurahan Pahandut Seberang.

“Kami juga sudah menyebar spanduk terkait imbauan berlalu lintas di sejumlah titik, agar para pengendara mentaati aturan berlalu lintas saat berada di jalan raya,” ungkapnya.

Perwira Polri berpangkat melati satu itu juga memberitahukan kepada seluruh pemudik, agar tidak memacu kendaraannya ketika memasuki kota Palangka Raya. Sebab, banyak pemudik yang tidak mengetahui karakteristik dan kondisi jalan saat itu salah satunya yang paling berbahaya adalah ruas Jalan Tjilik Riwut.

“Black spot atau titik hitam yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, yakni di jalan Tjilik Riwut dari kilometer 4-10 karena kondisi jalannya ada yang mengecil dan melebar, sehingga membahayakan para pengendara ketika tidak mengetahui medannya,” kata dia.

Kasat lantas Polresta Palangka Raya itu pun mengingatkan sekaligus meminta kepada masyarakat ketika hendak bepergian jauh, alangkah baiknya mengecek kondisi kendaraan terlebih dahulu. Hal tersebut juga salah satu antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, sehingga pengendara dapat menggunakan kendaraan di jalan raya aman dan tanpa ada hambatan apapun.

“Termasuk kesehatan orang yang mengendarai kendaraan untuk perjalanan jauh, benar-benar dalam kondisi fit jangan sampai terpengaruh alkohol serta obat-obatan, sehingga dapat membahayakan nyawa orang lain dan diri sendiri,” demikian Feriza.

 

Sumber : ANTARA

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top