KABARKALIMANTAN1, PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mempercepat pengembangan ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Saat ini, baru sekitar 40 persen dari total 750 kilometer garis pantai yang memiliki tutupan mangrove.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan upaya perluasan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat pesisir.
“Kami telah menjalankan program ini hampir lima tahun. Kegiatan difokuskan di beberapa wilayah seperti Sukamara, Lamandau, dan Seruyan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, sebagian wilayah pesisir masih berupa lahan kosong atau dikelola secara mandiri tanpa pendampingan teknis. Karena itu, pemerintah mendorong penguatan program berbasis masyarakat.
Mangrove juga memiliki nilai ekonomi dan lingkungan yang tinggi, terutama dalam menyerap karbon.
“Nilai karbon mangrove bisa lima hingga enam kali lebih besar dibandingkan hutan biasa,” jelasnya.
Upaya perluasan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang meminta pemetaan menyeluruh wilayah pesisir potensial.
Dinas Kehutanan akan memperluas cakupan penanaman di wilayah yang belum memiliki vegetasi mangrove. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok tani hutan dan komunitas desa.
Selain menjaga lingkungan, pengembangan mangrove juga dinilai mampu mendorong ekonomi masyarakat pesisir, termasuk melalui wisata berbasis alam.
Pemerintah berharap upaya ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (ADM)



