KABARKALIMANTAN1, Samarinda, Kaltim – Pengguna transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkat, yang mencerminkan keberhasilan dalam melakukan transformasi ekonomi digital yang inklusif.
“Jumlah pengguna QRIS pada Januari 2026 mencapai 859,2 ribu pengguna, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 850,8 ribu pengguna,” kata Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim Jajang Hermawan di Samarinda, Kaltim, Rabu (4/3/2026).
Peningkatan pengguna QRIS di Kaltim terus terjadi dari bulan ke bulan, seperti pada November 2025, yang tercatat 841,6 ribu pengguna, naik ketimbang bulan sebelumnya yang sebanyak 832,6 ribu pengguna.
Sementara itu, lanjut ia, jumlah merchant QRIS pada Januari 2026 tercatat sebanyak 808 ribu unit, mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Desember 2025) yang sebanyak 798,2 ribu unit.
Jumlah ini pun naik ketimbang November 2025 yang sebanyak 780,6 ribu merchant, meningkat lagi ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 763,1 ribu merchant.
Sejalan dengan itu, volume transaksi pada Januari tahun ini, performa QRIS makin memikat pengguna dengan jumlah transaksi sebanyak 36.563.380 kali, sedangkan nominal transaksi yang dihasilkan mencapai Rp2,84 triliun.
“Kenaikan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap efisiensi pembayaran digital. Sepanjang November 2025, nominal transaksi QRIS pun mencatatkan angka yang sangat positif,” kata Jajang.
Ia juga mengatakan bahwa secara umum transaksi nontunai di Kaltim sepanjang 2025 mencapai Rp191,67 triliun, didominasi dengan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang tercatat Rp168 triliun, membuktikan masyarakat setempat telah akrab melakukan pembayaran secara digital.
Berada di posisi kedua adalah transaksi menggunakan QRIS senilai Rp22,8 triliun, kemudian di posisi ketiga adalah transaksi menggunakan uang elektronik dengan nominal Rp874 miliar.
“Tingginya transaksi ini berkat kampanye gerakan nasional nontunai (GNNT) yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejak 2014 hingga kini. Bahkan, Bank Indonesia Kaltim juga masif melakukan kampanye GNNT, termasuk keaktifan kampanye penggunaan QRIS,” ujar Jajang.
Sumber : ANTARA



