Pemkot Banjarmasin Pasang Sirine Peringatan Banjir

KABARKALIMANTAN1, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memasang sirine peringatan banjir sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana itu, akibat cuaca ekstrem dan air pasang tinggi sering terjadi selama Desember 2025.

Analisis Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Hanafi di Banjarmasin, Minggu (14/12/2025), mengatakan sirine peringatan dini banjir tersebut dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), salah satunya dipasang di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur.

“Sudah kita uji coba bersama BNPB, hasilnya bagus, siap digunakan jika terjadi potensi bencana banjir,” ujarnya.

Dia menjelaskan sirine akan digunakan berdasarkan tiga level status, yaitu siaga, waspada, dan awas.

Namun, berdasarkan kesepakatan warga setempat, sirine hanya akan dibunyikan ketika memasuki status awas, yaitu kondisi di mana genangan air sudah membahayakan, mengganggu mobilitas, dan mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa.

“Untuk siaga dan waspada tidak ada bunyi sirine. Waspada itu berhati-hati bagi warga. Sirine dibunyikan ketika status sudah awas, artinya warga harus segera evakuasi atau mencari tempat aman,” katanya.

Dia menjelaskan berdasarkan uji coba dipastikan sistem sirine dapat diaktifkan melalui BPBD Banjarmasin.

“Namun bila terjadi gangguan jaringan atau listrik padam, seorang warga yang ditunjuk dapat mengaktifkannya secara manual,” ujarnya.

Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Peringatan Dini BNPB Gerry Faiz Pratama menjelaskan sirine ini memiliki jangkauan suara hingga 2 kilometer.

Namun, ujar dia, alat hanyalah salah satu bagian dari sistem peringatan dini, karena kesiapsiagaan masyarakat sebagai hal yang lebih utama.

“Karena jangkauan alat terbatas, peran Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sangat penting untuk menyebarkan informasi lebih cepat dan luas,” katanya.

Lurah Sungai Lulut Suryani Syahril mengatakan sirine peringatan banjir penting bagi warga setempat, sebab beberapa RT rawan banjir akibat rob, curah hujan tinggi, dan kiriman air dari bagian hulu.

Beberapa RT yang paling sering terdampak banjir, seperti RT 8, 9, 10, serta wilayah Gerang Sungai Martapura seperti RT 12 dan 13.

“Kami sangat berterima kasih atas fasilitas ini. Semoga sirine ini bermanfaat sebagai peringatan dini bagi warga Sungai Lulut yang memang sering terdampak genangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihak kelurahan bersama tim Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan FPRB telah menyiapkan peta evakuasi, lokasi posko bencana dan daftar relawan yang siap bertugas ketika kondisi darurat.

“Dengan adanya sistem peringatan dini ini, berharap Sungai Lulut bisa mendapatkan informasi lebih cepat dan melakukan evakuasi lebih aman ketika terjadi banjir,” katanya.

 

 

 

 

 

Sumber : ANTARA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *