KABARKALIMANTAN1, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah terus melakukan penguatan ekonomi keluarga melalui Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
“Kegiatan itu merupakan salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian target pembangunan, khususnya penurunan angka kemiskinan melalui peningkatan pendapatan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUK KB) Murung Raya Firman Prihatin di Puruk Cahu, Selasa (7/4/2026).
Dia menjelaskan UPPKA wadah ekonomi keluarga yang memiliki peran penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kali ini peserta difokuskan kepada perempuan, karena peran besar dalam menopang ekonomi keluarga.
Saat ini pelaku usaha pemula, khususnya kaum perempuan, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan keterampilan, akses pasar, dan pengelolaan usaha belum optimal.
“Banyak ibu-ibu yang memiliki keinginan kuat untuk menjadi pelaku usaha, namun masih terkendala dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, kami bersama TP PKK, GOW, serta Dinas Perindagkop UKM menginisiasi pelatihan ini,” katanya.
Dia mengatakan mereka yang diikutkan pelatihan program UPPKA 40 peserta berasal dari tiga kecamatan, yakni Murung, Tanah Siang dan Tanah Siang Selatan. Pelatihan tidak hanya dilaksanakan dalam waktu singkat, tetapi berlangsung selama tiga bulan dengan pendampingan mentor secara intensif.
Pada bulan pertama, katanya, peserta mendapat penguatan kewirausahaan serta manajemen usaha dan keuangan.
Pada bulan kedua difokuskan strategi pemasaran dan tren pasar, serta keterampilan pemasaran, sedangkan bulan ketiga membahas pengemasan produk dan pemasaran digital.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dengan pertemuan tatap muka setiap bulan, disertai evaluasi perkembangan peserta dan penugasan yang didampingi langsung oleh mentor,” katanya.
Ia berharap, program ini memberikan dampak nyata, dengan target minimal 70 persen peserta mengalami peningkatan keterampilan usaha, 60 persen peningkatan pendapatan, serta 50 persen memiliki usaha aktif dan berkelanjutan.
Dia menjelaskan program ini juga sejalan dengan arah kebijakan RPJMD Kabupaten Murung Raya 2025–2030 yang menempatkan penurunan angka kemiskinan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
“UPPKA bukan sekadar bantuan, tetapi fokus pada peningkatan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian pelaku usaha, khususnya perempuan,” katanya.
Firman menilai perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ketika perempuan berdaya secara ekonomi, maka dampaknya akan dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk TP PKK, GOW, organisasi perangkat daerah, mitra dunia usaha, serta para mentor.
Kepada para peserta, ia berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif dalam proses pembelajaran, serta berani berinovasi dan memanfaatkan peluang pasar, termasuk melalui pemasaran digital.
“Ingat, keberhasilan usaha tidak datang secara instan. Dibutuhkan proses, kerja keras, dan keberanian untuk terus mencoba,” demikian Firman.
Sumber : ANTARA



