KABARKALIMANTAN1, Banjarmasin – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, melakukan penataan tiga zona distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi untuk melayani kebutuhan sopir truk guna mengurai antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan HST, Kalsel Aris Waluyo di Barabai, Selasa (5/5/2026) menyampaikan penataan zona distribusi BBM tersebut merupakan hasil rapat pertemuan dengan Persatuan Sopir Truk Kabupaten Barabai (PSTKB) HST yang beranggotakan sebanyak 536 sopir truk.
Aris menerangkan rapat koordinasi ini dipimpin Dinas Perdagangan bersama perwakilan SPBU, sopir truk, serta instansi terkait yang merupakan tindak lanjut dari aspirasi para sopir truk yang disampaikan di DPRD HST beberapa waktu lalu.
Dalam rapat tersebut tercatat sebanyak 536 sopir yang tergabung dalam PSTKB HST sebagai pengguna solar subsidi yang dibagi ke dalam tiga zona wilayah untuk mempermudah distribusi BBM tersebut.
Pembagian zona tersebut, yakni Zona 1 meliputi Kecamatan Limpasu, Batang Alai Timur (BAT), Batang Alai Selatan (BAS) hingga Batang Alai Utara (Batara) dengan jumlah 169 sopir. Kemudian, zona 2 mencakup Kecamatan Batu Benawa, Barabai, dan Hantakan dengan jumlah 196 sopir. Selanjutnya, zona 3 meliputi Kecamatan Pandawan, Haruyan, Labuan Amas Utara (LAU), dan Labuan Amas Selatan (LAS) dengan jumlah 171 sopir.
Aris menegaskan sesuai hasil rapat dan arahan Bupati HST Samsul Rizal, penyaluran solar tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp6.800 per liter sesuai ketetapan pemerintah.
Terkait sistem distribusi dilakukan melalui penjadwalan pengisian secara bergiliran di SPBU setiap minggu, yakni minggu pertama untuk Zona 1 dijadwalkan di SPBU Telang, Zona 2 di SPBU Mandingin, dan Zona 3 di SPBU Sungai Rangas.
Kemudian, minggu kedua Zona 1 di SPBU Mandingin, Zona 2 di SPBU Gambah, dan Zona 3 di SPBU Walangku, sedangkan minggu ketiga Zona 1 di SPBU Jalan Tol, Zona 2 di SPBU Kapuh, dan Zona 3 di SPBU Balanti.
Selanjutnya, minggu keempat Zona 1 di SPBU Sungai Rangas, Zona 2 di SPBU Balanti, dan Zona 3 di SPBU Durian Gantang.
Aris Waluyo berharap hasil pengaturan distribusi BBM ini dapat membawa dampak positif di lapangan dan proses pengisian dapat berjalan lebih tertib.
Pihaknya juga mengimbau para sopir untuk menjaga ketertiban agar aktivitas masyarakat dan pedagang di sekitar SPBU tidak terganggu.
Sementara itu, Manajer SPBU Mandingin, Purwadi menyatakan pihaknya mendukung pengaturan tersebut mengingat keterbatasan pasokan solar yang rata-rata ketersediaan solar di SPBU sekitar 8.000 liter per hari.
“Dengan jumlah sopir yang banyak, jika dibagi rata, setiap sopir hanya mendapatkan sekitar 40 liter per hari, meskipun batas maksimal pengisian per barcode bisa mencapai 75 hingga 80 liter,” jelasnya.
Sumber : ANTARA



