KABAR KALIMANTAN1, Palangka Raya – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar pendidikan politik bagi pemilih pemula pada jenjang siswa sekolah menengah atas (SMA).
“Pendidikan ini kami fokuskan di SMAN 2 Kumai dengan sasaran 100 siswa,” kata Kepala Kesbangpol Kobar, Edie Faganti di Pangkalan Bun, Rabu (6/11).
Melalui pendidikan politik ini, pihaknya ingin menjadikan generasi muda sebagai pemilih muda atau pemula yang cerdas, aktif, berkomitmen dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan pesta demokrasi.
“Hal ini sebagai upaya dalam memilih pemimpin berkualitas saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 tahun 1982 tentang pendidikan politik bagi generasi muda,” kata Edie Faganti.
Edie mengatakan, pendidikan politik bagi generasi muda merupakan salah satu komponen penting, dalam membangun pemahaman yang sehat tentang hak dan tanggung jawab para pemuda dalam menyambut Pilkada 2024.
“Sehingga dapat membekali mereka dengan pengetahuan tentang proses pemilihan umum, peran politik, dan pentingnya partisipasi aktif dalam menentukan arah bangsa,” ucapnya.
Dia menyampaikan, pada persiapan Pilkada 2024 ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan teknis, tetapi juga pada upaya membangun pemilih pemula sebagai pemilih yang sadar, cerdas, dan bertanggung jawab.
“Karena dengan memiliki wawasan dan pemahaman yang baik tentang politik, hal tersebut agar dapat memberikan kontribusi berarti bagi masa depan negara serta daerah,” ujarnya.
Kesbangpol Kobar telah melaksanakan sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula/Pelajar di SMAN 2 Kumai yang diikuti sebanyak 100 pelajar.
Edie menyampaikan, melalui sosialisasi tersebut pihaknya ingin menanamkan jiwa dan semangat berbangsa, serta bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 pada generasi muda pada calon pemilih pemula.
“Hal itu agar dalam kegiatan proses Pilkada pada 2024 ini bisa menjadi panutan di lingkungan masyarakat sekitarnya dan menggunakan hak pilih dengan baik dan benar,” tuturnya.
Pada kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian upaya dalam mencegah ‘serangan fajar’ dalam setiap agenda pemilihan, mencegah generasi muda terlibat dalam money politic dan cara melaporkan kecurangan pilkada.
Tak hanya itu, diperlukan juga peran serta masyarakat termasuk generasi muda untuk tolak dan laporkan pelanggaran pilkada jika melihat adanya indikasi pelanggaran.
Sumber: ANTARA
