Pemkab Barito Utara Dukung Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD

KABARKALIMANTAN1, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah,  mendukung peningkatan kompetensi pendidik pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui workshop cipta lagu anak dan pembuatan alat permainan edukatif (APE).

“Peningkatan kompetensi pendidik PAUD merupakan kunci utama dalam mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Syahmiludin A Surapati di Muara Teweh, Sabtu (17/1/2026).

Menurut dua, lokakarya yang dilaksanakan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) daerah setempat bertujuan membekali pendidik dengan keterampilan mencipta lagu anak yang edukatif serta kemampuan membuat APE yang kreatif, aman, dan kontekstual dengan memanfaatkan bahan sederhana serta potensi lokal.

Pihaknya mengapresiasi atas pelaksanaan workshop tersebut. Ia menegaskan pendidik PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan dasar kemampuan anak sejak usia dini.

“Oleh karena itu, inovasi dalam pembelajaran, termasuk pengembangan lagu anak dan APE, perlu terus didorong agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak dan kearifan lokal,” ucap Syahmiludin.

Kegiatan yang diikuti pendidik PAUD se-Kabupaten Barito Utara itu menghadirkan Danang Rusmanto, pencipta lagu anak nasional, sebagai narasumber utama.

kata Bunda PAUD Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin mengatakan kreativitas pendidik dalam menciptakan lagu dan media pembelajaran sangat penting untuk mendukung proses belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak.

“Melalui workshop ini, kami berharap pendidik PAUD tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pencipta media pembelajaran yang edukatif, kreatif, dan inovatif,” ujarnya.

Ketua HIMPAUDI Barito Utara Matilda mengatakan pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam meletakkan dasar tumbuh kembang anak, baik dari aspek nilai agama dan moral, sosial emosional, bahasa, kognitif, fisik motorik, maupun seni.

Ia menekankan bahwa proses pembelajaran PAUD harus dirancang secara menyenangkan dan bermakna sesuai dengan tahap perkembangan anak. Namun demikian, pendidik PAUD masih menghadapi tantangan keterbatasan media pembelajaran kreatif serta ketergantungan pada lagu anak dan APE yang sudah tersedia tanpa pengembangan sesuai kebutuhan dan budaya lokal.

“Kami berharap hasil workshop dapat diterapkan secara nyata di satuan PAUD masing-masing, sekaligus memperkuat kolaborasi dan profesionalisme pendidik demi peningkatan mutu layanan PAUD di Kabupaten Barito Utara,” katanya.

 

 

 

Sumber : ANTARA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *