Kalteng

PAEI : Kalteng Belum Aman dari Covid-19

KABAR KALIMANTAN1, Palangka Raya – Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalteng, Rini Fortina, menyatakan jika kondisi kesehatan masyarakat di wilayahnya pekan ini belum terkendali dan belum aman.

“Terjadi peningkatan kembali kasus konfirmasi dan kematian pada pekan ini. Hal tersebut menandakan masih situasi pandemi di sini masih fluktuatif,” kata Rini, Senin (16/8/2021).

Estimasi risiko paparan Kalteng cenderung semakin menurun meski fluktuatif. Hal itu menandakan risiko lonjakan kasus baru masih terus akan berlangsung. Menurut Rini, memang capaian jumlah test yang diperiksa PCR dari hasil pelacakan kontak semakin meningkat. Namun belum mencapai target.

Rini lantas memaparkan fakta melalui analisa data mingguan dari tanggal 9 hingga 15 Agustus 2021. Kecenderungan pertumbuhan kasus baru pekan ke-76 sebanyak 2.668 kasus baru, sedangkan penyesuaian data sebesar 2.896 kasus baru dan kasus lama dengan rata-rata harian 381 kasus baru per hari.

Kasus konfirmasi mingguan kembali meningkat 21,5 persen dari pekan sebelumnya dan lebih tinggi dari puncak kasus sebelumnya. Provinsi Kalteng menunjukkan jumlah kasus konfirmasi lebih tinggi dari jumlah kesembuhan, yakni sebesar 4,9 persen (data sampai 15 Agustus 2021).

Pertumbuhan kasus positif terkonfirmasi sebesar 67,4 persen. Jelas terkoreksi bila dibandingkan Juli lalu, dan tingkat kesembuhan sebesar 89,7 persen dibanding Juli lalu.

“Penambahan kematian, tanggal 15 Agustus, sebesar 262 kematian atau 62,1 persen dari bulan Juli lalu,” ujarnya. “Adapun trend kematian minggu ini, meningkat 10,3 persen dengan rata-rata 18 kematian per hari.”

3 Daerah

Laju penularan tertinggi terjadi di 3 daerah, yakni Barito Timur (Bartim), Palangka Raya, dan Gunung Mas. Laju penularan per 100 ribu penduduk terdata sejumlah 108-109 orang, atau meningkat sebesar 21,5 persen dibanding minggu sebelumnya.

Hal itu, bisa terjadi karena adanya peningkatan target test harian yang ditetapkan lebih banyak berdasarkan Inmendagri Nomor 31 dan 32.

Angka kematian per 100 ribu tertinggi minggu ini ada di Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Katingan. Di Kalteng, dalam setiap 100 ribu penduduk yang meninggal sejumlah 4-5 orang atau sebesar 10,3 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Sementara itu kesembuhan fluktuatif meningkat. Kematian terlihat mulai menurun, meski belum signifikan. Untuk itu Rini meminta agar dilakukan evaluasi sistem penemuan kasus dini dan kesiapan sumber daya pelayanan medis dan logistik.

“Indikasi gagalnya testing dan tracing masih fluktuatif,” ujarnya. “Kesimpulannya, status kesehatan masyarakat berdasarkan perhitungan kasus baru atau data insiden atau kasus lama/using, tidak dapat dihitung.” (TVA)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top