KABARKALIMANTAN1, Singkawang – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerap berbagai aspirasi generasi muda di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mulai dari konektivitas jalan, pendidikan, kesehatan, air bersih hingga pemerataan akses digital di wilayah perbatasan.
Dalam dialog bersama pelajar SMA, mahasiswa dan aktivis muda di Singkawang, Selasa (3/3/2026) AHY menyampaikan apresiasinya atas pertanyaan dan harapan yang disampaikan secara terbuka.
“Saya senang sekali hari ini penuh dengan sukacita, gembira, tapi juga membahas sejumlah isu yang penting dan fundamental,” kata AHY.
Ia hadir bersama Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, serta jajaran Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Menurut AHY, Kalimantan Barat merupakan wilayah yang luas dengan potensi besar, termasuk Singkawang sebagai salah satu pusat pariwisata unggulan. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur jalan dinilai krusial untuk menekan biaya logistik, memperlancar transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain konektivitas jalan, generasi muda juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur pendidikan dan fasilitas kesehatan yang merata dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.
“Fasilitas kesehatan itu mendasar. Rumah sakit negeri harus semakin baik, rumah sakit swasta juga terus kita perkuat,” ujarnya.
Isu penguatan sumber air bersih dalam dialog itu juga turut menjadi perhatian, baik untuk kebutuhan rumah tangga, industri, pertanian maupun mendukung ketahanan pangan dan hilirisasi.
AHY juga menilai Singkawang dapat menjadi model kota majemuk yang terkoneksi kuat, tidak hanya antarwilayah di Kalimantan Barat tetapi juga hingga kawasan perbatasan dan lintas negara.
Penguatan infrastruktur dan ekonomi di wilayah perbatasan, menurut dia, penting agar masyarakat tidak tertinggal dibandingkan kota-kota besar lainnya.
Dalam dialog tersebut, muncul pula aspirasi pembangunan perguruan tinggi di Singkawang guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda setempat.
Terkait pemerataan internet di daerah perbatasan, AHY menegaskan pemerintah terus mendorong penguatan infrastruktur digital, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), melalui koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Kita perlu perkuat akses internet di daerah 3T termasuk perbatasan dan mengurangi digital divide atau ketimpangan digital. Dengan pemerataan akses digital, pendidikan bisa diakses dari wilayah terpencil sekalipun,” katanya.
Ia mengatakan konektivitas digital juga membuka peluang ekonomi baru melalui perdagangan elektronik dan pasar daring yang mampu menembus lintas daerah hingga lintas negara.
AHY juga mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menguasai kecerdasan buatan (AI), robotika dan teknologi masa depan lainnya, tanpa meninggalkan jati diri bangsa.
“Jangan sampai kita menjadi budak dari kecerdasan buatan. Anak-anak muda kita bukan hanya melek, tetapi harus menguasai AI dan teknologi. Namun tetap mengakar pada jati diri bangsa dan memastikan Indonesia tumbuh berkeadilan,” ujarnya.
Menanggapi antusiasme generasi Z dalam dialog tersebut, AHY menilai hubungan yang terbangun adalah semangat saling menguatkan antara pemerintah dan anak muda.
“Pemerintah harus selalu mendengar. Aspirasi yang saya terima tadi genuine, original, tidak dibuat-buat. Kalau anak muda kita seperti ini, saya rasa masa depan kita bagus,” katanya.
Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat selama dua hari mulai Senin (2/3/2026) hingga Selasa (3/3/2026), selain meninjau pembangunan infrastruktur wilayah itu, juga menghadiri acara Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang.
Sumber : ANTARA



