KABARKALIMANTAN1, PALANGKA RAYA – Ribuan warga memadati kawasan Bundaran Talawang, Kota Palangka Raya, Minggu (17/5/2026), untuk menyaksikan Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Sejak pagi, masyarakat terlihat memenuhi sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan penampilan peserta karnaval dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.
Cuaca panas tidak mengurangi antusiasme warga.
Banyak pengunjung rela berdiri berjam-jam demi mendapatkan posisi terbaik untuk melihat iring-iringan peserta.
Karnaval budaya tahun ini diikuti instansi pemerintah provinsi serta perwakilan 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah.
Masing-masing peserta menampilkan ciri khas budaya daerah melalui busana adat, tarian tradisional, musik daerah, hingga dekorasi kendaraan hias.
Mobil hias menjadi salah satu daya tarik utama dalam karnaval tersebut.
Beragam ornamen khas budaya Dayak seperti rumah betang, ukiran tradisional, replika burung enggang, hingga miniatur sungai dan hutan Kalimantan menghiasi kendaraan peserta.
Beberapa rombongan juga menampilkan kapal hias yang menggambarkan kehidupan masyarakat bantaran sungai di Bumi Tambun Bungai.
Sorak penonton terdengar setiap kali rombongan peserta melintas di depan panggung utama.
Suasana semakin meriah dengan iringan gandang dan penampilan tarian tradisional dari berbagai sub suku Dayak.
Salah seorang warga Palangka Raya, Chandra, mengaku senang bisa kembali menyaksikan Karnaval Budaya FBIM tahun ini.
“Kalau saya lihat sangat antusias sekali, baik peserta maupun penontonnya,” ujarnya.
Ia menilai FBIM menjadi agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun.
Menurutnya, festival tersebut bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas.
“Selamat ulang tahun untuk Provinsi Kalimantan Tengah ke-69. Semoga semakin maju dan semakin berkah,” katanya.
Bagi masyarakat, FBIM tidak sekadar festival tahunan.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan ruang pelestarian budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Semangat Huma Betang yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman pun terasa sepanjang jalannya karnaval budaya tersebut. (ADM)



