KABARKALIMANTAN1, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengoptimalkan perluasan jangkauan internet di wilayah terpencil, memanfaatkan 66 unit Starlink bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Jadi kita tahun ini ada dapat 66 unit Starlink. Ini merupakan program provinsi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan diharap mengintervensi serta mengakselerasi jangkauan informasi di daerah-daerah terpencil,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim Cok Orda Putra Legawa di Sampit, Selasa (12/5/2026).
Disebutkan dari 168 desa dan 17 kelurahan di Kotim memang masih banyak wilayah belum terjangkau jaringan internet secara optimal, sehingga bantuan ini menjadi angin segar bagi wilayah setempat.
Terlebih di tengah efisiensi anggaran saat ini, bantuan pemerintah provinsi sangat membantu daerah dalam memperluas cakupan layanan internet, khususnya untuk mendukung digitalisasi pelayanan publik dan pendidikan.
Ia melanjutkan, kondisi geografis Kotim yang luas dan sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan jaringan internet. Bahkan di sejumlah desa, jaringan hanya dapat menjangkau radius sekitar satu kilometer dari titik pemasangan perangkat.
Bantuan tersebut diprioritaskan untuk kantor desa, pustu dan sekolah yang belum memiliki akses internet memadai maupun yang belum tercover anggaran pemerintah daerah.
Terutama, wilayah utara Kotim seperti Kecamatan Tualan Hulu, Bukit Santuai dan Antang Kalang karena masih banyak kawasan yang kualitas jaringannya belum stabil.
“Untuk pembagian telah kami lakukan inventarisasi, desa-desa mana saja yang belum terjangkau jaringan internet dan kami berkolaborasi dengan OPD terkait, agar jaringan yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih luas untuk pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Ia melanjutkan, pemasangan Starlink diprioritaskan di desa yang sudah memiliki Penerangan Jalan Umum (PJU) atau jaringan listrik agar operasional perangkat lebih mudah dilakukan.
Maka dari itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pemasangan PJU guna mendukung pemerataan jaringan internet.
Namun, bagi wilayah yang belum tersedia listrik, pemerintah tetap membuka kemungkinan penggunaan solar cell sebagai sumber daya tambahan.
“Yang diutamakan memang desa yang sudah memiliki jaringan PJU. Tapi tidak menutup kemungkinan masyarakat atau desa dapat membantu penyediaan solar panel untuk membuka layanan akses internet,” ucapnya.
Sumber : ANTARA



