KABARKALIMANTAN1, Palangka Raya – Pendekatan edukasi lingkungan berbasis permainan mulai diuji di ruang publik. Pensil Kita memperkenalkan kartu permainan edukatif bertajuk Eco Warrior dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (19/04/2026).
Kartu ini masih dalam tahap uji coba (prototype), namun sudah dimainkan pengunjung, terutama remaja. Konsepnya menyerupai permainan kartu populer, tetapi dilengkapi “kartu masalah” dan “kartu solusi” yang mendorong pemain berpikir dan berdiskusi.
Founder Pensil Kita, Ricky Dwi Suhardi, mengatakan pendekatan ini dibuat agar edukasi lebih interaktif.
“Pemain tidak hanya bermain, tetapi juga menyelesaikan persoalan lingkungan. Dari situ muncul pemahaman,” ujarnya.
Selain permainan, kartu Eco Warrior memuat informasi ilmiah yang jarang diketahui. Salah satunya, sekitar 50–80 persen oksigen di bumi dihasilkan oleh fitoplankton, bukan hanya dari pohon.
Pengunjung yang mencoba memberikan beragam masukan, terutama terkait aturan permainan. Meski begitu, konsep ini dinilai menarik karena menggabungkan hiburan dan edukasi.
Permainan ini ditujukan untuk usia 12 tahun ke atas. Ke depan, pengembang berencana menghadirkan versi yang lebih sederhana untuk anak-anak.
Sebagai komunitas literasi, Pensil Kita aktif menghadirkan ruang baca melalui “gerobak literasi” di ruang publik, termasuk kawasan CFD. Kartu Eco Warrior direncanakan menjadi bagian dari aktivitas tersebut.
Pendekatan berbasis permainan ini dinilai dapat menjadi alternatif dalam memperluas literasi lingkungan, terutama di kalangan generasi muda. (ADM)



