KABARKALIMANTAN1, Banjarmasin – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan satelit SATRIA-1 menjadi solusi terakhir sebagai tulang punggung penyediaan akses internet bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tidak terjangkau jaringan terestrial dalam strategi konektivitas digital nasional.
Pelaksan Tugas Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Kemkomdigi Tri Haryanto mengatakan penyediaan layanan satelit tersebut dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk memperluas jangkauan layanan internet di wilayah 3T secara berkelanjutan.
“SATRIA-1 menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-band yang beroperasi pada posisi orbit 146 derajat Bujur Timur, sehingga memiliki cakupan layanan yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” kata dia dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Penanganan Blank Spot se-Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan penggunaan Ka-band memungkinkan kapasitas data yang lebih besar untuk mendukung kebutuhan akses internet masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur darat, meskipun tetap memiliki ketergantungan terhadap kondisi cuaca.
“Faktor cuaca seperti hujan lebat dapat mempengaruhi kualitas sinyal pada sistem berbasis Ka-band, sehingga menjadi salah satu tantangan teknis yang harus diantisipasi dalam operasional layanan satelit,” katanya.
Dia menyampaikan bahwa stasiun bumi juga menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian satelit nasional yang tersebar di 11 titik strategis, termasuk di Cikarang, Batam, Pontianak, Banjarmasin, hingga Jayapura.
Stasiun Bumi Banjarmasin, kata dua, berfungsi sebagai unit cadangan dari pusat kendali di Cikarang dengan dukungan antena besar untuk memastikan keberlangsungan layanan apabila terjadi gangguan pada sistem utama.
“Sistem satelit dan stasiun bumi tersebut merupakan bagian dari infrastruktur tulang punggung (backbone) konektivitas digital nasional untuk menjamin akses internet di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Tri.
Sumber : ANTARA



