KABARKALIMANTAN1, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen mempercepat pemenuhan akses listrik bagi tiga desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, yaitu Desa Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat, dan Sandaran yang hingga kini belum tersentuh jaringan penerangan.
Pertemuan yang dipimpin Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud ini, dihadiri pula oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi.
“Pemerintah pusat akan membantu semaksimal mungkin mempercepat penyelesaian akses listrik di tiga desa tersebut,” ujar Tri Winarno saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik, di Ruang Samaun Samadikun Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Hal ini i nilai penting karena program listrik desa hingga kini merupakan salah satu program unggulan Presiden RI, sehingga pihaknya akan membantu khususnya daerah yang belum terjangkau baik karena persoalan lokasi maupun yang berkaitan dengan perizinan.
Sementara Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, menyatakan bahwa pemerataan akses listrik sebagai pemenuhan hak dasar masyarakat, sehingga bagi desa yang belum terlayani menjadi kewajiban pemerintah untuk mengupayakan, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan hal ini harus dilakukan terus menerus.
“Persoalan listrik bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan menyangkut pemerataan fasilitas listrik di seluruh Kaltim. Listrik adalah hak dasar masyarakat. Terlebih Provinsi Kaltim menargetkan pada 2027 tidak ada lagi desa yang belum teraliri listrik,” ujar gubernur.
Dalam kesempatan itu Wabup Kutim Mahyunadi menyampaikan bahwa capaian elektrifikasi di Kutim telah mencapai 97,87 persen, masih menyisakan tiga desa yang belum mendapatkan aliran listrik.
“Kami sangat bersyukur atas capaian tersebut, namun pekerjaan belum selesai sepenuhnya. Masih ada tiga desa yang belum teraliri listrik yaitu Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat, dan Sandaran,” ujar Mahyunadi.
Bagi warga di tiga desa tersebut, katanya, ketiadaan listrik menyentuh langsung sendi kehidupan mulai dari kegiatan belajar anak-anak, kegiatan usaha komunikasi hingga pelayanan publik.
Pemkab Kutim berharap pembahasan ini segera melahirkan langkah konkret sehingga tak lama lagi Pulau Miang, Tanjung Mangkalihat, dan Sandaran turut menikmati penerangan yang setara dengan wilayah lain.
Sumber : ANTARA

