KABARKALIMANTAN1, Samarinda – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya memperkuat aspek keselamatan pelayaran di seluruh wilayah perairan setempat melalui langkah optimalisasi dokumen kelaiklautan kapal.
“Optimalisasi dokumen kelaiklautan ini merupakan wujud komitmen nyata kami bersama seluruh pemangku kepentingan maritim dalam meminimalkan risiko kecelakaan di laut,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur Yusliando di Samarinda, Rabu (5/8/2026).
Langkah tersebut diimplementasikan secara komprehensif melalui penyelenggaraan Forum Keselamatan Pelayaran yang melibatkan regulator, operator, serta pengusaha kapal di daerah.
Sinergi lintas sektoral ini sengaja dibangun Dishub Kaltim untuk memperketat pengawasan teknis armada angkutan perairan yang beroperasi aktif melayani kebutuhan logistik maupun mobilitas warga.
Hal itu mengingat insiden kebakaran kapal baru ini pada Sabtu (1/7/2026) yang menimpa KM Prince Soya di Pelabuhan Samarinda turut menjadi perhatian serius tentang keselamatan berlayar. Meskipun tak ada korban, namun Dishub tetap menaruh prioritas utama dalam pembinaan kemaritiman daerah.
Dishub Kaltim juga telah memfasilitasi sekitar 23 kapal sungai dan danau untuk dokumen kelaikan pelayaran bersinergi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Samarinda.
Dishub Kaltim memastikan bahwa setiap kapal yang berlayar di perairan Kaltim benar-benar telah memenuhi standar kelaikan fisik maupun administratif yang ketat.
Kepala Bidang Pelayaran Ahmad Maslihuddin menyatakan forum tersebut memfokuskan pembahasan pada kendala pengurusan dokumen kapal.
Pihak Dinas Perhubungan berkolaborasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda guna menyederhanakan alur birokrasi perizinan tanpa mengurangi standar keamanan.
“Penyederhanaan dan kepastian layanan dokumen kelaiklautan ini justru akan meningkatkan tingkat kepatuhan para operator armada,” tegas dia.
Kesadaran kepatuhan para pemilik kapal dinilai pihaknya menjadi pilar dalam menciptakan iklim transportasi perairan yang tertib, selamat, dan andal bagi publik.
Data pengawasan menunjukkan bahwa kelengkapan dokumen teknis kapal berbanding lurus dengan penurunan angka insiden fatalitas di sepanjang alur sungai dan laut daerah.
“Oleh karena itu, kami mendorong seluruh pengusaha jasa pelayaran untuk proaktif memeriksakan kelaikan armada secara berkala ke otoritas resmi,” tutur Maslih.
Sumber : ANTARA



