KABARKALIMANTAN1, Tanjung Selor, Kaltara – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menawarkan berbagai peluang investasi strategis di hadapan belasan duta besar (dubes) dan perwakilan negara sahabat, di antaranya dari negara Belanda, Australia, Singapura, Brunei Darussalam, India dan China.
“Kemarin (Selasa) saya di hadapan para duta besar menawarkan berbagai peluang investasi strategis di Kaltara,” ujar Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang dikonfirmasi di Tanjung Selor, Rabu (5/8/2026).
Zainal mengaku di hadapan para diplomat dan pelaku usaha, memaparkan potensi-potensi investasi di Kaltara, seperti sektor energi hijau, infrastruktur, hilirisasi industri, kelautan, manufaktur, hingga agrobisnis yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Kaltara.
Sebelumnya Gubernur Kaltara diundang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ikut dalam agenda penjajakan kerja sama pada Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo 2026 di Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8). Dalam agenda tersebut Gubernur Kaltara berkesempatan memberikan pemaparan dengan materi peluang dan potensi investasi di Kaltara.
Kaltara, lanjutnya, memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. Sebagai provinsi yang masih berkembang, kata dia lagi, Kaltara juga menawarkan peluang investasi dengan tingkat persaingan yang masih rendah.
“Karena Kaltara ini provinsi baru, kompetitornya belum ada di berbagai sektor. Manakala investor masuk duluan dan serius, kami dari pemerintah daerah siap membantu penuh untuk segala urusannya,” katanya.
Pada sektor energi, Gubernur Zainal, memaparkan terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang dan PLTA Sungai Kayan dengan kapasitas total 9.000 megawatt untuk mendukung kebutuhan listrik Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI).
Sementara di sektor infrastruktur, peluang investasi meliputi pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor dan jalan tol penghubung Tanjung Selor menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di sektor kelautan dan manufaktur, investasi yang ditawarkan mencakup pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Tarakan dan Nunukan, kawasan industri perikanan organik, serta pabrik minyak goreng berkapasitas 11.739 ton per tahun.
Adapun pada sektor agrobisnis, Kaltara mempromosikan pengembangan kakao dan kopi di Malinau, serta komoditas unggulan Garam Gunung Krayan dan Beras Adan organik premium.
“Melalui forum business matching ini, Pemerintah Provinsi Kaltara berharap dapat membangun kemitraan strategis dengan investor nasional dan global untuk mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Gubernur Kaltara.
Apindo Kaltara menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara yang turut hadir sebagai narasumber dalam Rakerkonas Apindo 2026.
“Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Gubernur Kaltara beserta Kepala DPMPTSP yang turut berpartisipasi sebagai narasumber pada Business Investment Forum untuk memaparkan potensi investasi Kaltara,” ujar Sekretaris Apindo Kaltara, Sherly melalui pesan singkat.
Sherly mengatakan Apindo Kaltara pada Rakerkonas tersebut hadir sebagai peserta dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami tidak memiliki sesi penyampaian khusus dalam forum Rakerkonas. Kami hanya hadir dan mengikuti kegiatan serta mendampingi Bapak Gubernur dalam memaparkan potensi investasi Kaltara,” katanya.
Sumber : ANTARA



