Kalimantan Selatan

Kalsel Salurkan Bantuan Beras Kepada 1.000 KK Terdampak Banjir

KABARKALIMANTAN1, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan beras kepada 1.000 kepala keluarga yang terdampak banjir di dua kecamatan di Kabupaten Banjar, Senin (13/2/2023).

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Kalsel H Berkatullah di Banjarbaru, Senin (13/2/2023), mengatakan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor langsung menyalurkan bantuan beras bagi korban banjir tersebut, yakni di Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk dan Antasari Sutun, Kecamatan Martapura Barat.

“Total beras yang dibagikan gubernur sekitar 2,5 ton,” ujarnya.

Gubernur Kalsel merasa prihatin karena warga yang sebagian besar merupakan petani kesulitan melakukan tanam kembali setelah lahan mereka terendam air.

Oleh karena itu, gubernur mengeluarkan kebijakan membantu warga yang sedang kesulitan itu dengan menggunakan beras cadangan pangan pemerintah.

Gubernur Kalsel tidak hanya membagikan beras, namun juga membagikan makanan kepada semua warga yang ada di Tajau Landung dan Antasari Sutun tersebut.

“Semoga warga yang terdampak banjir tabah menghadapi musibah ini. Kita bersama-sama bergotong royong untuk membantu meringankan beban warga terdampak banjir,” kata Gubernur Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin.

Gubernur ke lokasi banjir didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel Syamsir Rahman.

Syamsir menyampaikan bahwa total beras cadangan yang dimiliki Pemprov Kalsel dititipkan di Bulog sebanyak 300 ton.

“Semua akan dibagikan secara bergelombang sesuai kebutuhan masyarakat,” tutur Syamsir.

Sementara itu, Ketua RT 01 Tajau Landung Arsyad menyampaikan terima kasih karena warganya telah dibantu gubernur.

Ia mengatakan, saat ini warga setempat banyak yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok seperti beras, karena mereka gagal panen akibat banjir dan saat ini masih kesulitan untuk tanam kembali.

“Bantuan Paman Birin sangat membantu, apalagi banyak warga tidak bisa melakukan usaha lain setelah gagal panen,” ujarnya. (ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top