KESRA

Kabupaten Penajam Gandeng Perusahaan Bantu Warga Cegah Stunting

KABARKALIMANTAN1, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menggandeng perusahaan untuk memberikan bantuan paket pangan kepada warga kurang mampu sebagai upaya pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan anak akibat kurang asupan gizi di daerah itu.

 

“Sebanyak 250 paket pangan disalurkan kepada warga kurang mampu agar dapat makanan bernutrisi,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara Makmur Marbun di Penajam, Jumat (6/10).

 

Bantuan paket pangan kepada warga kurang mampu diperlukan sebagai upaya jangka pendek pencegahan stunting ,lanjut dia, perusahaan memiliki peran untuk mendukung penanganan kekerdilan anak.

 

Sesuai Peraturan Menteri Sosial atau Permensos Nomor 13 Tahun 2012, dunia usaha berperan untuk mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mempertimbangkan faktor lingkungan sekitar wilayah kerja.

 

“Perusahaan harus bermitra dengan pemerintah untuk peningkatan ekonomi, ada regulasi yang mengatur dijelaskan dalam Permensos itu,” jelasnya.

 

Bantuan paket pangan yang disalurkan itu kerja sama pemerintah kabupaten dengan perusahaan, lanjut dia, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

 

Paket makanan berisikan beras, minyak goreng, susu, gula dan satu kotak teh celup merupakan bantuan dari PT Indomarco Prismatama dan PT Nutrisia Indonesia.

 

Bantuan dari perusahaan tersebut sebagai bentuk dukungan dalam pencegahan stunting, sehingga bantuan paket pangan dapat menambah nutrisi dan gizi keluarga kurang mampu, dan tumbuh kembang anak yang maksimal dapat terpenuhi.

 

Langkah penanganan dan pencegahan gangguan pertumbuhan pada anak itu, menurut dia, dimulai dari deteksi dini dan edukasi masyarakat menyangkut stunting dan lingkungan agar menjadi bersih dan sehat.

 

Penanganan dan pencegahan stunting bukan dilakukan terhadap anak-anak yang sudah terlihat mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi harus dilakukan sejak dini.

 

Langkah yang dilakukan dalam menekan dan menghilangkan kasus kekerdilan anak harus mulai dari persiapan menikah dan masa kehamilan, demikian Makmur Marbun. (ANT)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top