Junaidi Tinjau Korban Kebakaran Gang Sari 45, Ajak Warga Cegah Musibah Serupa

KABARKALIMANTAN1, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, S.Ag., M.AP., meninjau korban kebakaran di Gang Sari 45, Jalan Dr. Murjani, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Selasa (14/7).

Selain menyampaikan belasungkawa dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, Junaidi mengajak masyarakat menjadikan musibah tersebut sebagai pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kebakaran serupa, terutama di tengah musim kemarau.

Dalam kunjungannya, Junaidi menyerahkan bantuan kepada warga terdampak melalui Ketua RT 01, Nawawi.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

Junaidi mengaku prihatin atas musibah yang menghanguskan puluhan bangunan dan berdampak terhadap puluhan kepala keluarga.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran harus terus ditingkatkan.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa warga Gang Sari 45. Semoga seluruh korban diberikan ketabahan. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang mengalami cobaan,” ujar Junaidi.

Ia menambahkan, memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap berbagai potensi yang dapat memicu kebakaran.

“Musibah ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Memasuki musim kemarau, masyarakat perlu lebih waspada. Pastikan kompor telah dimatikan, jangan meninggalkan peralatan listrik dalam kondisi menyala tanpa pengawasan, serta lakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pesannya.

Sementara itu, Ketua RT 01, Nawawi, mengungkapkan kobaran api yang terjadi pada Minggu (12/7) dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Selain kondisi permukiman yang padat, proses pemadaman juga terkendala karena sumur bor yang menjadi sumber pasokan air tidak berfungsi.

“Peralatan pemadam sebenarnya banyak, tetapi sumur bor yang menjadi sumber air macet. Akibatnya, api tidak bisa segera ditangani sehingga cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah lainnya,” jelas Nawawi.

Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran tersebut menghanguskan puluhan bangunan dan menyebabkan puluhan kepala keluarga terdampak. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (ADM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *