Kalteng

Jadi Salah Satu Lokus Stunting, Dinkes Palangka Raya Gelar Workshop Pengembangan Kesmas

KABARKALIMANTAN1, Palangka Raya — Kota Palangka Raya ditetapkan sebagai salah satu daerah lokasi focus (lokus) stunting pada 2022. Di sini, peran posyandu dalam penanggulangan stunting sangatlah penting, khususnya upaya pencegahan stunting.

Dimulai dari proses kehamilan yang berkualitas, program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) , pemberikan ASI eksklusif termasuk inisiasi menyusu dini serta pemberian
makanan pendamping ASI (MPASI) yang adekuat.

Oleh sebab itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Palangka Raya, menginisiasi workshop berbasis pertemuan koordinasi Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu (Pokjanal) tingkat Kota Palangka Raya, di Hotel Neo Palma Palangka Raya, Kamis (28/10/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo, mengatakan, peran posyandu balita dalam sistem pelayanan kesehatan cukup krusial terutama dalam kegiatan imunisasi, gizi, upaya kesehtan ibu dan anak, KB, penanggulangan diare dan penyuluhan kesehatan masyarakat.

Posyandu balita hadir di masyarakat sebagai garda terdepan usaha peningkatan derajat kehidupan masyarakat baik pelayanan kesehatan, peningkatan ekonomi, dan pangan serta kesejahteraan keluarga.

Keberhasilan posyandu terletak pada peran serta masyarakat itu sendiri terutama oleh kadernya sebagai pelaksana teknis di posyandu. Namun keder posyandu perlu mendapat dukungan konkrit baik materi maupun moril dari masyarakat yang ada dilingkungannya maupun dari pengampu kebijakan ditingkat yang lebih tinggi baik dari tingkat kelurahan maupun dukungan dari pemerintah daerah.

Tujuan kegiatan ini untuk menciptakan komitmen dan kesepahaman bersama serta membangun sinergitas dalam pembentukan dan pelaksanan Pokjanal Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam membina penyelenggaraan dan pengelolaan posyandu. (MGN/TVA).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top