KABARKALIMANTAN1, Katingan — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, H. Fahmi Fauzi, menyoroti maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah Katingan yang dinilai sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.
Ia menegaskan perlunya langkah cepat dan tegas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan untuk mengendalikan dan mencegah meluasnya kasus tersebut, terutama di lingkungan aparatur pemerintahan.
“Kami mendorong agar Pemkab Katingan segera melakukan tes urine menyeluruh bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini penting untuk memastikan birokrasi tetap bersih dan bebas dari pengaruh narkoba,” ujar Fahmi, Jumat (20/6/2025).
Ia menilai, penyalahgunaan narkoba bukan hanya berdampak pada kerusakan moral dan fisik individu, tetapi juga berpotensi mengganggu integritas serta produktivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kalau penyalahgunaan narkoba sudah masuk ke lingkungan ASN, ini tentu sangat berbahaya. Karena akan menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah,” tegasnya.
Menurut Fahmi, pelaksanaan tes urine dapat menjadi langkah preventif dan detektif sekaligus — mendeteksi secara dini ASN yang mungkin terlibat, serta memberikan ruang bagi penegakan aturan maupun rehabilitasi jika diperlukan.
“Lebih baik kita bertindak sejak dini daripada menunggu dampaknya menjadi luas. Tes urine ini bukan bentuk hukuman, melainkan bagian dari upaya menjaga kedisiplinan dan integritas ASN,” tambahnya.
Ia juga menyerukan pentingnya kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba di seluruh wilayah Katingan.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Semua elemen harus bersatu agar generasi muda dan aparatur kita terhindar dari bahaya ini,” tutupnya.




