KABARKALIMANTAN1, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak Dharma Wanita Persatuan (DWP) memperkuat peran keluarga dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan premanisme, khususnya di tengah tantangan era digital.
“Peran kaum ibu dalam pencegahan radikalisme di lingkungan keluarga sangat penting, terlebih ibu-ibu ini memiliki peranan dalam mencegah masuknya paham radikal melalui penggunaan gadget oleh anak-anak,” kata Ria Norsan saat membuka Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat bertema “Peningkatan Kapasitas Dharma Wanita Persatuan (DWP) dengan Sinergi Cegah Paham Radikalisme dan Premanisme dalam Keluarga” yang dirangkaikan dengan halalbihalal DWP Provinsi Kalimantan Barat 2026, di Aula Garuda Gedung Terpadu Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (7/4/2026).
Dalam arahannya, Ria Norsan menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang membuat arus informasi semakin terbuka, namun juga berpotensi membawa dampak negatif, terutama melalui penyalahgunaan kebebasan berpendapat di media sosial.
Ia mengungkapkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang mencatat sepanjang 2025 terdapat sekitar 21.199 konten di media sosial yang mengandung intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
“Hal ini menjadi ancaman serius bagi keutuhan bangsa jika tidak segera ditangani dengan regulasi yang tepat dari pemerintah pusat,” tuturnya.
Ria Norsan menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya anggota DWP, sebagai garda terdepan dalam keluarga untuk membentengi anak-anak dari pengaruh negatif tersebut. Menurutnya, ibu memiliki peran strategis dalam mengawasi serta membatasi penggunaan gawai pada anak.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan karakter dan pembinaan akhlak harus menjadi prioritas utama dalam pengasuhan, tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi.
“Kita ingin anak-anak ke depan memiliki akhlak yang baik, pendidikan yang memadai, serta mampu berbakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap keluarga di Kalimantan Barat dapat menjadi keluarga yang harmonis dan religius atau sakinah, mawaddah, warahmah, sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan dan paket kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dari anggota DWP Provinsi Kalbar.
“Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar harmonisasi kerukunan umat beragama yang menegaskan peran strategis DWP sebagai pilar utama dalam pencegahan penyebaran paham radikalisme di lingkungan keluarga,” katanya.
Sumber : ANTARA



