KABARKALIMANTAN1, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah beredarnya isu kenaikan harga yang sempat memicu kekhawatiran publik.
Menurutnya, masyarakat perlu menyikapi informasi secara bijak dan tidak terburu-buru melakukan pembelian dalam jumlah besar yang justru berpotensi mengganggu distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujar Debora saat dikonfirmasi, Rabu (8/04/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini pemerintah telah memastikan bahwa harga BBM tidak mengalami kenaikan per April 2026. Selain itu, ketersediaan stok BBM juga dipastikan dalam kondisi aman.
Debora menilai, pembelian berlebihan justru dapat menimbulkan kelangkaan semu di lapangan, meskipun pasokan sebenarnya mencukupi.
“Kalau masyarakat membeli secara berlebihan, ini justru bisa memicu antrean dan kelangkaan yang tidak perlu. Padahal stok tersedia,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Masyarakat harus lebih selektif dalam menerima informasi. Pastikan sumbernya jelas dan resmi, sehingga tidak menimbulkan kepanikan,” tambahnya.
DPRD, lanjut Debora, akan terus memantau kondisi distribusi BBM di wilayah Kota Palangka Raya guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi gangguan signifikan.
Ia berharap situasi tetap kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran berlebihan terkait ketersediaan BBM. (ADM)


