KABARKALIMANTAN1, Kuala Kurun — Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, Binartha, mendorong pemerintah kecamatan agar lebih aktif memanfaatkan keberadaan pasar rakyat yang telah dibangun dan diserahkan pengelolaannya, guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Diketahui, terdapat 10 bangunan pasar rakyat yang tersebar di sembilan kecamatan di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
Seluruhnya telah dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan kini resmi dikelola oleh masing-masing kecamatan.
“Kami berharap pasar-pasar rakyat ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. Kalau dikelola dengan baik, tentu hasilnya akan berdampak pada peningkatan PAD daerah,” ujar Binartha, Kamis (16/10).
Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Obin itu menekankan pentingnya pengaktifan dan pemeliharaan pasar-pasar tersebut agar tidak terbengkalai.
Menurutnya, pasar adalah pusat ekonomi masyarakat yang bisa mendorong aktivitas jual beli dan membuka lapangan kerja di tingkat kecamatan.
“Pasar yang dibangun jangan sampai hanya menjadi bangunan kosong. Harus ada upaya bersama agar masyarakat mau berjualan dan memanfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah,” katanya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar pemerintah kecamatan melakukan sosialisasi dan pendekatan langsung kepada warga untuk mendorong penggunaan pasar.
Bahkan, ia mengusulkan adanya kebijakan insentif, seperti pemberian diskon sewa kios atau lapak, bagi masyarakat yang ingin memulai usaha di pasar tersebut.
“Kalau masyarakat diberi kemudahan, tentu minat untuk berdagang akan meningkat. Ini bisa jadi langkah awal menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kecamatan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gumas, Suvervisi Budi, menyampaikan bahwa pembangunan pasar rakyat di Gunung Mas bersumber dari DAK pusat.
Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun pasar yang disewakan atau dioperasikan secara optimal.
“Pasar-pasar tersebut sudah diserahkan ke kecamatan untuk dikelola. Artinya, kini peran kecamatan sangat penting dalam mengefektifkan pengelolaan dan memanfaatkan potensi ekonomi yang ada,” ujar Suvervisi.
Ia menambahkan, pasar rakyat diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi di tingkat lokal, terutama bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
Dengan dikelola secara serius, keberadaan pasar dapat memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menambah pendapatan daerah.
Binartha pun mengingatkan, keberhasilan pengelolaan pasar bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
“Kalau masyarakat ikut berperan, kita bukan hanya menjaga aset pembangunan, tapi juga membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kecamatan,” pungkasnya.




