KABARKALIMANTAN1, Samarinda – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak) Provinsi Kalimantan Timur bersama Universitas Mulawarman (Unmul) mempertajam mutu pendidikan kesehatan hewan di daerah tersebut melalui kerja sama pendirian program studi kedokteran hewan.
“Kami memandang pendirian program studi kedokteran hewan ini sebagai langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga medis veteriner yang kompeten di Kaltim,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnak Kaltim Fadli Sufiani di Samarinda, Rabu (6/5/2026).
Komitmen kolaborasi lintas sektor tersebut diperkuat melalui penandatanganan rencana pembentukan Program Studi Kedokteran Hewan sekaligus Program Studi Profesi Dokter Hewan.
Menurut Fadli, sinergi erat antara unsur pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi menjadi fondasi utama dalam proses mencetak sumber daya manusia unggul guna memajukan sektor peternakan nusantara.
“Keberadaan tenaga lulusan program studi ini ke depan diharapkan mampu mengakselerasi upaya pencegahan maupun pengendalian berbagai penyakit menular berbasis zoonosis di masyarakat,” papar dia.
Penandatanganan kesepakatan ini dirangkai dengan pelaksanaan agenda Lokakarya Kurikulum yang diselenggarakan selama dua hari pada 5 hingga 6 Mei 2026.
Pada hari pertama lokakarya, pembahasan fokus pada pemaparan materi komprehensif dari sejumlah narasumber ahli tingkat nasional dalam penajaman program studi terkait kesehatan hewan.
Sementara untuk pelaksanaan hari kedua, kegiatan lebih diarahkan pada sesi diskusi kelompok, pembahasan teknis, hingga penyusunan kurikulum pendidikan kedokteran hewan.
Rektor Universitas Mulawarman Profesor Abdunnur membuka rangkaian kegiatan perumusan draf pendidikan tinggi ini.
Lokakarya juga dihadiri perwakilan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) serta jajaran Perhimpunan Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia, juga melibatkan tim pembina dari Universitas Gadjah Mada (UGM) guna memberikan pendampingan selama proses penyusunan kurikulum tersebut berlangsung.
Sumber : ANTARA



