KABARKALIMANTAN1, Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional setempat memfasilitasi operasi celah bibir dan langit-langit bagi kaum dhuafa demi meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Benua Etam.
“Melalui kerja sama lintas sektor seperti ini, anak-anak yang mengalami celah bibir dan langit-langit dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas, sehingga kepercayaan diri mereka dapat pulih dan masa depan tetap terjaga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan kemanusiaan bertajuk “Satu Senyuman, Sejuta Harapan Anak Kaltim” ini terselenggara berkat kolaborasi erat dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan di bawah naungan Dinas Kesehatan Kaltim.
Jaya menilai bahwa intervensi medis ini bukan sekadar perbaikan fisik semata, melainkan upaya krusial untuk memperbaiki kondisi psikososial serta tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Kehadiran program bakti sosial ini dinilai sangat efektif membantu pemerintah daerah dalam mendongkrak derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi keluarga prasejahtera yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan spesialis.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, HM Syirajudin, hadir mewakili pemerintah provinsi untuk membuka acara tersebut secara resmi.
Pelaksanaan tahun ini menjadi momentum spesial karena merupakan tahun keempat program berjalan dan untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kota Balikpapan.
Puluhan anak dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur difasilitasi untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan medis ketat sebelum menjalani tindakan operasi oleh tim dokter profesional.
Selain tindakan kuratif, Dinas Kesehatan juga terus menggencarkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan ibu dan anak guna menekan angka risiko kelainan bawaan sejak dini.
Ketua Baznas Kaltim Ahmad Nabhan menambahkan pihaknya menanggung seluruh komponen biaya secara penuh guna memastikan tidak ada kendala ekonomi bagi keluarga pasien yang datang dari berbagai kabupaten/kota.
Fasilitas yang ditanggung meliputi biaya tindakan operasi, transportasi pulang-pergi bagi pasien dan maksimal dua orang pendamping, serta akomodasi penginapan di hotel selama masa tindakan medis.
“Selain akomodasi, kami juga memberikan uang saku sebesar Rp1 juta per anak. Orang tua tidak perlu memikirkan biaya makan selama mendampingi anaknya di rumah sakit,” tambah Nabhan.
Program ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi psikologis anak-anak penderita celah bibir (sumbing) yang kerap menjadi korban perundungan hingga memutuskan putus sekolah.
Sumber : ANTARA




