Bupati Kotim: 538 Prajurit Yonif TP 923/Mentaya Perkuat Pembangunan

KABARKALIMANTAN1, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor menyambut kedatangan 538 prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya yang resmi bertugas untuk memperkuat pembangunan daerah.

“Pemerintah daerah sangat gembira karena tambahan prajurit ini sangat membantu sekali, karena pembangunan daerah kita ini membutuhkan tenaga dan mereka ini memiliki beberapa kompi dengan keahlian tersendiri,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Minggu (15/3/2026).

Ia menilai penempatan pasukan tersebut sangat krusial mengingat luas wilayah Kotim yang mencapai satu setengah kali Provinsi Jawa Timur yang tentunya membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia (SDM).

“Jadi ini sangat penting, keberadaan mereka nanti berkolaborasi dengan aparat dan pemerintah daerah untuk membangun ketahanan pangan hingga membuka jalan baru guna menembus desa-desa terpencil yang selama ini terisolasi,” tambahnya.

Hal ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pertahanan negara hingga ke tingkat kabupaten. Halikinnor menekankan keberadaan personel ini akan mengisi celah keterbatasan SDM di wilayahnya.

Terlebih, berdasarkan laporan dari Komandan Yonif TP 923/Mentaya, ratusan prajurit ini terbagi dalam beberapa kompi di antaranya konstruksi, peternakan, pertanian hingga kesehatan, keahlian yang memang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menjelaskan pembentukan Yonif TP 923/Mentaya merupakan program strategis nasional. Satuan ini dirancang untuk menjalankan fungsi pertahanan sekaligus akselerator pembangunan di daerah.

“Unit TP ini sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menargetkan satu kabupaten ada satu Yonif TP,” sebutnya.

Ia menyebut tugas prajurit ini adalah melaksanakan pertahanan negara dan ketahanan pangan yang menjadi program strategis nasional.

Satuan ini memiliki kesiapan multifungsi. Selain urusan pertahanan, prajurit dibekali keahlian teknis untuk membantu pemerintah daerah dalam situasi darurat maupun pembangunan infrastruktur sipil.

Unit ini dilengkapi alutsista serta sarana prasarana memadai untuk mempercepat pembangunan dan membantu penanggulangan bencana alam.

“Jika terjadi bencana, keberadaan unit ini akan sangat membantu pemerintah dalam penanggulangan. Dengan dukungan kompi kesehatan dan konstruksi, segala kesulitan masyarakat di berbagai lapisan diharapkan dapat teratasi dengan cepat,” ujarnya.

 

 

Sumber : ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *