Barito Timur

Bupati Barito Timur Dukung Pembangunan Situs Sejarah Penyebaran Injil

KABAR KALIMANTAN1, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah Ampera A.Y. Mebas mendukung rencana pembangunan situs sejarah penyebaran Injil wilayah Kalimantan di kabupaten setempat.

“Akan dibangun situs sejarah di areal makam misioner yang telah berjuang dalam penyebaran Kitab Injil di Kalimantan,” kata dia di Tamiang Layang, Kamis (16/2).

Dia mengatakan misioner itu bernama Ernst Wilhelm Feige, lahir pada 1842 di Jerman dan wafat pada 1901 dan dimakamkan di samping Sekretariat Resort GKE Tamiang Layang di Jalan Fridolin Ukur, Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur.

Dia mengapresiasi kunjungan keluarga Ernst Wilhelm Feige ke Barito Timur.

Dalam mendukung pembangunan situs sejarah penyebaran Injil di Barito Timur, ia juga melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan itu.

“Tujuan pembangunan yakni dijadikan sebagai lokasi situs bersejarah dan sekaligus menjadi lokasi wisata religi,” katanya.

Ampera juga mengatakan perlunya ke depan dibuat Kitab Injil yang diterjemahkan dalam bahasa Dayak Maanyan agar penyebarannya bisa lebih meluas di wilayah Suku Dayak Maanyan.

“Kita ada tamu dari Belanda dan ketua sinode yang misinya melihat penyebaran Injil khususnya di daerah Maanyan. Dan yang kedua penerjemahan Lembaga Alkitab Indonesia dari Jakarta untuk menerjemahkan Alkitab ke bahasa Maanyan yang sudah ada untuk disempurnakan,” kata dia.

Perwakilan pendeta dari GKE Banjarmasin Hadi mengatakan kunjungan dilakukan Paul Rudolph J. Doth, Stefan van Dijk selaku Head of International Programme, Bible Society for The Netherlands and Flanders dan Pendeta Anwar Tjen, Phd selaku Kepala Departemen Penerjemahan LAI Jakarta.

Menurutnya, kunjungan dari warga Belanda itu wujud kebanggaan atas perjuangan seorang misionaris dari Jerman yang bertugas mengabarkan Injil hingga akhir hayatnya di tanah Dayak.

“Mereka mendukung bahwa ada seorang misionaris tinggal hingga meninggal di sini dan itu sebuah kekaguman bahwa ada bagian keluarga besar yang bertugas disini. Diharapkan hal itu bisa menjadi sebuah sejarah yang bisa dikenang dan dihormati sebagai situs sejarah,” kata Hadi.

Selain dukungan atas pembangunan situs sejarah, juga penerjemahan Kitab Injil dari bahasa Indonesia ke bahasa Dayak Maanyan karena selama ini tidak memiliki Alkitab lengkap dalam bahasa Maanyan, sehingga mereka antusias membuat Alkitab dalam bahasa Maanyan. (ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top