KABARKALIMANTAN1, Banjarbaru – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin di Kalimantan Selatan (Kalsel) turun menjadi 3,63 persen atau sebanyak 165,41 ribu orang pada Maret 2026, berkurang 0,10 poin dibandingkan September 2025, sekaligus menjadi yang terendah di Pulau Kalimantan.
Kepala BPS Kalsel Mukhamad Mukhanif di Banjarbaru, Rabu (5/8/2026), mengatakan penurunan persentase kemiskinan tersebut diikuti berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 3,4 ribu orang dari 168,81 ribu orang pada September 2025 menjadi 165,41 ribu orang pada Maret 2026, sedangkan persentase kemiskinan Kalimantan Selatan juga berada di bawah rata-rata nasional sebesar 8,07 persen.
“Penurunan tingkat kemiskinan terjadi di wilayah perkotaan maupun perdesaan dengan persentase penduduk miskin di perkotaan turun dari 2,91 persen pada September 2025 menjadi 2,81 persen pada Maret 2026, sedangkan di wilayah perdesaan turun dari 4,58 persen menjadi 4,50 persen,” ujarnya.
Dari sisi jumlah penduduk, masyarakat miskin di wilayah perkotaan berkurang sebanyak 1,7 ribu orang dari 67,37 ribu orang menjadi 65,71 ribu orang, sedangkan di wilayah perdesaan juga turun 1,7 ribu orang dari 101,44 ribu orang menjadi 99,70 ribu orang pada periode September 2025 hingga Maret 2026.
Ia menyebutkan, garis kemiskinan di Kalimantan Selatan pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp714.032 per kapita per bulan yang terdiri atas Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp513.031 atau 71,85 persen dan Garis Kemiskinan Nonmakanan sebesar Rp201.001 atau 28,15 persen.
“Rata-rata rumah tangga miskin di Kalimantan Selatan terdiri atas 4,51 anggota rumah tangga sehingga besaran Garis Kemiskinan rata-rata per rumah tangga miskin mencapai Rp3.220.284 per rumah tangga per bulan,” katanya.
Ia mengungkapkan perkembangan tingkat kemiskinan di Kalimantan Selatan selama periode 2017 hingga 2026 berfluktuasi dengan kenaikan tercatat pada September 2018, September 2020, dan September 2022, sementara pandemi COVID-19 menjadi faktor yang paling berkontribusi terhadap meningkatnya angka kemiskinan hingga mencapai tingkat tertinggi dalam kurun sekitar satu dekade.
Setelah sempat meningkat pada September 2022, tingkat kemiskinan di Kalimantan Selatan kembali menurun sejak Maret 2023 dan terus menunjukkan tren penurunan secara konsisten hingga mencapai 3,63 persen pada Maret 2026.
BPS mencatat Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan persentase penduduk miskin terendah di Pulau Kalimantan sebesar 3,63 persen yang terdiri atas 2,81 persen di wilayah perkotaan dan 4,50 persen di wilayah perdesaan dengan jumlah penduduk miskin mencapai 165,41 ribu orang yang meliputi 65,71 ribu orang di perkotaan dan 99,70 ribu orang di perdesaan.
Sebagai perbandingan, Kalimantan Barat mencatat persentase penduduk miskin sebesar 5,78 persen dengan jumlah penduduk miskin mencapai 313,37 ribu orang, Kalimantan Utara sebesar 5,18 persen atau 40,54 ribu orang, Kalimantan Timur sebesar 5,14 persen atau 200,64 ribu orang, serta Kalimantan Tengah sebesar 5,09 persen atau 146,71 ribu orang.
Secara nasional, Mukhanif menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,07 persen yang terdiri atas 6,34 persen di wilayah perkotaan dan 10,67 persen di wilayah perdesaan dengan jumlah penduduk miskin mencapai 22,93 juta orang, meliputi 10,83 juta orang di perkotaan dan 12,10 juta orang di perdesaan.
Sumber : ANTARA



