BPBD Kotim Optimalkan Pemantauan-Patroli Hadapi Kerawanan Karhutla

KABARKALIMANTAN1, Sampit – Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) mengoptimalkan pemantauan lapangan serta patroli menghadapi kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Senin (19/1/2026), mengemukakan masyarakat dan semua pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.

“Rabu (14/1/2026) lalu, karhutla menghanguskan enam hektare lahan di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit,” terangnya.

Kebakaran hutan dan lahan di Kotim dikhawatirkan semakin meningkat, terlebih titik panas atau hotspot terus bermunculan seiring berkurangnya intensitas hujan.

“Untuk wilayah utara sampai Sabtu sore termonitor ada enam titik hotspot. Ini tentu perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Enam titik hotspot di wilayah utara tersebut, yaitu satu titik di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, dua titik di Kuluk Telawang, Kecamatan Antang Kalang, satu titik Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang, satu titik di Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, dan satu titik di Tumbang Tawan, Kecamatan Bukit Santuai.

Meski bukan kawasan gambut, munculnya hotspot di wilayah utara juga perlu diwaspadai. Berdasarkan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya, rumitnya geografis menjadi tantangan pemadaman karhutla di wilayah utara, karena kebakaran sering terjadi di lokasi yang sulit dijangkau.

“Kami meminta bantuan pemerintah kecamatan dan desa untuk ikut memantau perkembangan di lapangan. Informasi tersebut sangat penting untuk penanganan,” ujar Multazam.

Terkait kebakaran di Desa Ujung Pandaran, Multazam menyebut sudah aman dan tidak ada lagi hotspot dalam dua hari terakhir. Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan sebagai upaya deteksi dini.

Secara umum, BPBD Kotawaringin Timur melakukan patroli karhutla, khususnya di wilayah Kota Sampit. Langkah ini mengingat potensi kerawanan karhutla yang mulai meningkat.

“Kalau terjadi karhutla berskala besar dan berada di wilayah bahaya karhutla, sesuai dengan kajian risiko bencana, kami akan turunkan tim. Unit kami posisi servisible. Personel standby baik yang piket dan di luar piket,” kata Multazam.

 

 

 

Sumber : ANTARA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *