KABARKALIMANTAN1, Palangka Raya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansyah Andrias mengatakan bahwa digitalisasi perlindungan sosial yang dilaksanakan pemerintah akan berdampak pada peningkatan inklusi keuangan masyarakat sasaran program.
“Kami optimis pelaksanaan program percontohan atau pilot project digitalisasi perlindungan sosial di Kota Palangka Raya dapat mendorong peningkatan inklusi keuangan sekaligus memperluas pemanfaatan transaksi digital di tengah masyarakat,” katanya di Palangka Raya, Senin (8/6/2026).
Yuliansyah mengatakan program digitalisasi bantuan sosial yang tengah dikembangkan sejalan dengan upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Melalui model digitalisasi tersebut, penerima manfaat diharapkan dapat memanfaatkan rekening yang dimiliki untuk berbagai kebutuhan transaksi melalui kanal pembayaran digital yang aman dan mudah diakses.
“Pelaksanaan pilot project ini sejalan dengan upaya peningkatan inklusi keuangan. Dalam model digitalisasi bantuan sosial yang sedang dibangun, masyarakat dapat memanfaatkan rekening yang dimiliki melalui berbagai kanal pembayaran digital,” katanya.
Optimisme terhadap keberhasilan program tersebut juga didukung oleh perkembangan ekosistem transaksi digital di Kalimantan Tengah yang terus menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, jumlah merchant yang telah menggunakan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Tengah mencapai 417.720 merchant.
Selain itu, pertumbuhan pengguna baru QRIS juga terus meningkat dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 15 ribu pengguna baru. Dari sisi aktivitas transaksi, volume transaksi QRIS di Kalimantan Tengah telah mencapai 13,9 juta transaksi.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari,” katanya saat dikonfirmasi terkait Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial Kota Palangka Raya.
Meski demikian, Yuliansyah menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berfokus pada kemudahan transaksi, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan perlindungan konsumen. Menurutnya, peningkatan literasi digital menjadi aspek penting untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Karena itu, Bank Indonesia terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat, risiko, serta langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai potensi kejahatan digital yang dapat merugikan pengguna.
“Kami selalu mengingatkan masyarakat untuk memahami manfaat dan risiko transaksi digital. Ada jargon yang terus kami sampaikan, yakni ‘Kalau ragu, stop dulu’. Jika menemukan tautan atau informasi yang diragukan keasliannya, jangan langsung melakukan transaksi. Cari terlebih dahulu informasi dari sumber resmi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu berhati-hati karena transaksi digital yang telah dilakukan umumnya tidak dapat dibatalkan atau dikembalikan. Terlebih apabila pengguna telah memasukkan PIN atau memberikan persetujuan dalam suatu transaksi, maka pengguna dianggap telah memahami dan menerima risiko yang menyertainya.
Oleh sebab itu, agen perlindungan sosial dan seluruh pihak yang terlibat dalam program digitalisasi bansos diharapkan turut berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara penggunaan layanan digital yang aman, termasuk risiko yang mungkin dihadapi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan bahwa pihaknya melibatkan 150 agen pendamping guna menyukseskan program transformasi digital dalam sistem perlindungan sosial.
“Para agen tersebut berasal dari berbagai unsur yang selama ini memiliki peran langsung dalam pelayanan kesejahteraan sosial masyarakat,” katanya.
Dia menerangkan, 150 agen yang telah disiapkan ini terdiri dari petugas pendamping program keluarga harapan, petugas sosial masyarakat, Taruna Siaga Bencana, pendamping rehabilitasi sosial, hingga operator kelurahan yang akan terlibat langsung dalam proses verifikasi dan validasi data di lapangan.
Sumber : ANTARA



