KABARKALIMANTAN1, PALANGKA RAYA – Setelah cukup lama dilanda cuaca panas dan minim curah hujan, sejumlah wilayah Kalimantan Tengah termasuk Kota Palangka Raya, akhirnya diguyur hujan cukup deras, Selasa sore (8/9/2026).
Peristiwa ini membawa angin segar bagi masyarakat, terutama di tengah upaya penanganan bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian serius belakangan ini.
Tim Teknik Operasi Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhammad Aziz Lazuardi menjelaskan, hujan yang terjadi turun secara sporadis dan tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Kehadiran hujan ini diharapkan mampu membantu melembabkan lahan serta mengurangi potensi sebaran titik panas (hotspot).
Ia menyebut, turunnya hujan ini memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sebelumnya telah dilakukan melalui penyemaian (seeding) di arah datangnya angin.
Dijelaskan pula, metode penyemaian tersebut tidak bertujuan menciptakan hujan dari kondisi langit yang sepenuhnya bersih tanpa awan. Sebaliknya, OMC dilakukan untuk membantu proses pertumbuhan awan yang sudah terbentuk agar berkembang lebih optimal.
“OMC bukan membuat hujan dari tidak ada menjadi ada, tetapi mengoptimalkan awan yang memang sudah tumbuh agar berkembang dan menghasilkan hujan,” ujarnya.
Efektivitas dari penyemaian awan juga memerlukan waktu dan mengikuti arah pergerakan angin. Oleh karena itu, dampak atau hasil dari penyemaian tidak selalu langsung terlihat di titik lokasi penyemaian awal, melainkan turun di wilayah sekitarnya secara sporadis.
Dengan turunnya hujan ini, diharapkan dapat membantu menurunkan potensi titik panas serta mengurangi pekatnya kabut asap yang dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada kualitas udara di Kota Palangka Raya dan sekitarnya.
Mengenai potensi hujan pada hari-hari mendatang, pihak BMKG akan terus memantau dinamika atmosfer dan ketersediaan awan potensial di langit Kalteng. Hal ini dilakukan agar penyemaian garam atau bahan semai dapat kembali dilaksanakan secara efektif demi memicu hujan buatan yang berkelanjutan.



