KABARKALIMANTAN1, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melakukan pemutakhiran peta dan data olahraga melalui sistem informasi keolahragaan yang diberi nama SILAGA.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Banjarmasin Taufik Rivani di Banjarmasin, Jumat (12/12/2025), menyampaikan, langkah ini sebagai upaya untuk kemajuan olahraga sesuai yang dirancang desain olahraga daerah (DOD) pada 2025.
Dinyatakan dia, pemerintah tidak bisa lagi mengandalkan pola kerja konvensional dalam mendata atlet, pelatih, maupun organisasi olahraga.
Menurut dia, fondasi pembangunan olahraga yang kuat hanya bisa dimulai dari data yang rapi, lengkap dan mudah diakses, di mana kini Kota Banjarmasin memiliki SILAGA.
“Kita tidak ingin lagi membina atlet tanpa dasar data yang jelas. Pembinaan harus berbasis bukti, bukan asumsi. Itulah mengapa DOD 2025 menjadi momentum kita membangun arah olahraga yang lebih terukur,” ujar Taufik Rivani.
Dijelaskan lebih jauh Kabid Aptika Dinas Komunikasi , Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin, H.A. Agung Saptoto, M.Kom, SILAGA merupakan aplikasi yang dirancang sebagai pusat data atlet, pelatih, wasit, komite dan organisasi olahraga di Kota Banjarmasin.
Dia menjelaskan, hingga kini Kota Banjarmasin belum memiliki platform data terpadu yang dapat memastikan akurasi dan kelengkapan informasi dunia olahraga.
Kondisi ini kerap menyulitkan pemerintah dalam menyusun program pembinaan, penyaluran bantuan, hingga penentuan prioritas pengembangan cabang olahraga.
“Selama ini data keolahragaan kita tersebar dan tidak seragam. Aplikasi SILAGA kami bangun agar setiap atlet, pelatih dan organisasi dapat terdata secara sistematis. Dengan begitu, pemerintah bisa mengambil keputusan berbasis data aktual,” jelas Agung.
Ia juga menambahkan bahwa SILAGA dilengkapi fitur pencarian, filter data berdasarkan komite maupun organisasi, serta halaman publik untuk memudahkan masyarakat melihat profil atlet daerah.
“Masyarakat juga berhak mengetahui siapa atlet daerahnya. Transparansi ini penting agar dukungan publik terhadap dunia olahraga semakin kuat,” ujarnya.
Selain sebagai alat inventarisasi, DOD 2025 diproyeksikan menjadi peta arah olahraga Kota Banjarmasin, mulai dari identifikasi cabang potensial, kebutuhan pelatih, hingga strategi mencetak atlet berdaya saing nasional.
Menurut dia, tanpa data yang akurat, pemerintah akan kesulitan menyusun kebijakan jangka panjang. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta aktif mengisi database SILAGA di alamat silaga.banjarmasinkota.go.id.
“Transformasi digital ini bukan sekadar proyek aplikasi. Ini adalah investasi masa depan. Jika kita ingin melahirkan juara, kita harus memulai dari pembenahan data,” demikian katanya.
Sumber : ANTARA




