Banjarmasin Kembangkan Padi Lokal Siam Karang Duku di Sungai Andai

FacebookWhatsAppXShare

KABARKALIMANTAN1, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan bersinergi dengan Kodim 1007/Banjarmasin mengembangkan penanaman padi lokal jenis Siam Karang Duku di wilayah Sungai Andai, Banjarmasin Utara.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR bersama Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel Czi Slamet Riyadi turun langsung penanaman perdana varian padi lokal tersebut di lahan sekitar satu hektare di Sungai Andai, Rabu (8/4/2026).

Wali Kota Banjarmasin menyampaikan, pengembangan pertanian di daerahnya penting untuk mewujudkan ketahanan pangan dan melestarikan padi lokal serta lahan pertanian yang terus menyusut di kota ini.

Diungkapkan Yamin, wilayah Sungai Andai yang berada di pinggiran kota masih memiliki lahan pertanian sekitar 260 hektare, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik bagi pengembangan pertanian padi, khusus kebutuhan lokal.

“Pemkot pastinya memberikan pembinaan bagi para petani,” ujarnya.

Menurut dia, Pemkot Banjarmasin terus berupaya untuk menjaga lahan pertanian di daerah ini, utamanya dari pesatnya pembangunan perumahan.

Yamin menegaskan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian di tengah keterbatasan luas wilayah Kota Banjarmasin yang hanya sekitar 98 kilometer persegi.

“Memang di area sini cukup prihatin, karena sudah mulai merambah perumahan-perumahan. Padahal kita harus bersama-sama menjaga wilayah pertanian yang masih tersisa, khususnya di Sungai Andai yang tembus hingga Sungai Gampa,” ujarnya.

Menurut dia, luas lahan pertanian di Kota Banjarmasin saat ini berkisar sekitar 2.500 hektare dan diharapkan dapat terus dipertahankan.

Dia menilai kawasan Sungai Andai masih memiliki potensi pertanian yang cukup luas meskipun sebagian wilayahnya telah berkembang menjadi permukiman.

Selain itu, Yamin juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur pertanian, khususnya sistem irigasi.

Dia berharap adanya bantuan dari pemerintah provinsi maupun pihak terkait untuk pembangunan irigasi yang mampu mengatasi kondisi banjir maupun kekeringan.

“Kalau musim air tinggi, jangan sampai seluruh tanaman terendam. Sebaliknya saat kemarau, harus ada sistem pompanisasi agar kebutuhan air tetap tercukupi,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan para pengembang perumahan agar memperhatikan kondisi geografis Banjarmasin sebagai kota rawa dan seribu sungai.

Dia menekankan agar pembangunan tidak dilakukan dengan penimbunan lahan secara berlebihan dan tetap mengadopsi konsep rumah panggung.

“Kita akan minta dinas terkait untuk mensosialisasikan kepada pengembang agar pembangunan menyesuaikan kondisi Banjarmasin,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap sektor pertanian tetap terjaga dan mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

 

Sumber : ANTARA

FacebookWhatsAppXShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FacebookWhatsAppXShare
Exit mobile version