Banjarmasin Dapat Dukungan Program Bedah Rumah 300 Unit dari Pusat

FacebookWhatsAppXShare

KABARKALIMANTAN1, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mendapatkan dukungan program bedah rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) hingga 300 unit dari pemerintah pusat.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Sabtu (5/9/2026), menyampaikan, dukungan ratusan program bedah rumah tersebut sebagai penghargaan atas prestasi Banjarmasin dalam mendukung program 3 juta rumah oleh pemerintah pusat.

Diungkapkan dia, Pemkot Banjarmasin mendapatkan penghargaan terbaik 1 kategori implementasi program 3 juta rumah pada ajang apresiasi pemerintah daerah berprestasi tahun 2026 batch II Regional Kalimantan di Kaltim pada 3 September 2026.

Selain itu, Banjarmasin juga meraih prestasi terbaik 1 pada kategori akses penduduk ke layanan pendidikan dan mendapat dana insentif dari pusat sebesar Rp2 miliar.

Dia menegaskan, penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Setiap capaian pemerintah bukanlah keberhasilan wali kota seorang diri. Ini adalah hasil kerja kita bersama,” paparnya.

Menurut Yamin, program bedah rumah tersebut sangat berarti karena mewujudkan rumah yang layak dan sehat bagi warga yang kurang mampu.

Pada 2026 ini, Pemkot Banjarmasin sendiri memprogramkan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebanyak 100 unit untuk lima kecamatan sehingga dengan tambahan unit rumah yang dibedah dari anggaran pemerintah pusat maka makin banyak warga yang terbantu.

Semakin tahun beban untuk program bedah rumah di Banjarmasin ini semakin bertambah, sehingga bantuan dari Pemerintah pusat ini membuat antrean warga yang menunggu perbaikan rumah jadi semakin pendek, katanya.

Ia menjelaskan, program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) memberikan manfaat besar untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengubah rumah menjadi tempat tinggal yang memenuhi standar keselamatan bangunan, kesehatan, dan kenyamanan.

Rumah yang selesai direhab akan menjadi rumah sehat karena mengurangi risiko penyakit akibat kondisi rumah yang lembap, kurang ventilasi, atau berlantai tanah, katanya.

Berdasarkan data dari Bakawan RTLH – Banjarmasin (Aplikasi Wadah Pendataan Rumah Tidak Layak Huni), jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Banjarmasin tercatat sebanyak 5.035 unit.

 

Sumber : ANTARA

FacebookWhatsAppXShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version