KABARKALIMANTAN1, Palangka Raya – Keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama pembangunan di Kota Palangka Raya. DPRD meminta masyarakat bersabar karena realisasi program harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengatakan kapasitas anggaran daerah masih terbatas dibanding kebutuhan pembangunan.
“Anggaran kita kecil. Tahun 2025 sekitar Rp1,5 triliun, dan 2026 tidak sampai Rp1,2 triliun,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Dari total anggaran tersebut, lanjutnya, porsi belanja modal yang digunakan untuk pembangunan fisik juga terbatas.
“Belanja modal kita tidak sampai Rp400 miliar. Dengan angka itu kita harus mengurus seluruh kebutuhan kota,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan daerah lain yang memiliki sumber pendapatan besar dari sektor unggulan. Palangka Raya dinilai belum memiliki basis pendapatan daerah yang kuat.
“Daerah kita bukan penghasil besar dari sektor perkebunan atau sumber daya lainnya. Jadi memang kemampuan fiskal kita terbatas,” jelasnya.
Karena itu, DPRD meminta masyarakat memahami kondisi tersebut sembari pemerintah daerah tetap berupaya memaksimalkan anggaran yang tersedia. (ADM)


